Tips membuat masakan halal, lezat dan praktis

Bagi teman-teman yang sekarang sedang merantau dan jauh dari tanah air, issue tentang makanan halal tentu bukanlah hal yang asing lagi. Meskipun terkadang terkesan ribet dan tidak praktis, tetapi mencari makanan yang halal dan baik  adalah bagian dari tantangan hidup di negeri yang mayoritasnya non-muslim. Karena dengan memakan makanan yang halal, insha Allah doa kita akan terkabulkan oleh Allah SWT, seperti tercantum dalam kutipan hadist di bawah ini:

Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada Rasulullah SAW: “Ya Rasulullah, do’akan kepada Allah agar aku senantiasa menjadi orang yang dikabulkan do’anya oleh Allah.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan do’anya. Dan demi jiwaku yang ada di tanganNya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amal-amalnya selama 40 hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba maka neraka lebih layak baginya (HR. At-Thabrani) (Lihat Ad-durar Al-Mantsur fi Tafsir bil Ma’tsur Juz: II hal. 403).

Pertanyaan yang muncul sekarang adalah bagaimana caranya kita mendapatkan makanan halal, murah, enak dan gampang membuatnya. Sebagai mahasiswa yang waktunya habis untuk tugas, kuliah, penelitian, menulis report dan facebook-an (oops), tentunya terkadang kita kesulitan untuk mencari makanan halal yang praktis. Meskipun di Rotterdam banyak supermarket yang menjual daging halal, terkadang kita sudah pulang larut malam, dan supermarket tersebut sudah tutup. Sebagai cara cepat untuk mengatasi kelaparan yang sudah mencapai level provinsi, mungkin kita sempat berpikir umtuk membeli makanan yang sudah setengah jadi di supermarket terdekat meskipun belum tentu halal. Nah, pada kesempatan ini, saya ingin berbagi tips-tips supaya kita bisa memakan makanan yang halal, enak dan tanpa ribet.

Kuncinya adalah, sediakan waktu satu hari dalam dua minggu (atau 3 minggu) untuk memasak. Masakan yang sudah matang dapat dimasukkan ke dalam kantong-kantong plastik dan disimpan di dalam freezer supaya tahan lama. Misalnya, jika kita memasak rendang daging satu kilo, supaya praktis dan tahan lama pisahkan rendang tersebut ke dalam kantong-kantong plastik, satu kantong berisi porsi 2-3 kali makan. Jadi ketika kita ingin dimakan, cukup mengambil satu kantong dan dihangatkan dengan menggunakan microwave (jangan lupa rendangnya dikeluarkan dulu ya dari kantong plastik :p). Cara ini bisa dipakai untuk menghindari kebosanan  makan makanan yang sama selama 2-3 hari. Dengan memiliah-milah  masakan per-porsi, kita bisa membuat kombinasi menu yang berbeda setiap harinya. Tips: misalnya dalam satu hari kita memasak 6 macam masakan, nah masakan itu bisa kita kombinasikan untuk menu 1-2 minggu. Bahan-bahan yang dibutuhkan sederhana: microwave,  freezer, kulkas, kantong plastik, blender dan kemauan yang kuat hehehehe….

 

Ayam_goreng_Kalasan_(ayam_kampung)_Ayam_Goreng_Prambanan_Bali

 

Berikut beberapa tips memasak yang mungkin dapat berguna:

Tips memasak nasi Sebagai orang Indonesia, rasanya ga klop kalau makan ga pakai nasi. Tapi kayaknya ga praktis kalau harus memasak nasi setiap hari. Untuk mengakalinya, kita cukup masak nasi dua-tiga hari sekali, atau bahkan seminggu sekali untuk yang porsi makannya sedikit. Caranya, masak nasi untuk 6-8 kali makan, nasi yang sudah masak dimasukkan ke dalam kontainer plastik dan disimpan dalam kulkas. Setiap kali akan makan, nasi diambil sesuai porsinya dan dihangatkan di microwave. Sisa nasi bisa disimpan kembali ke dalam kulkas. Nasi tersebut bisa tahan dalam waktu seminggu. Tips: jangan lupa menutup kontainer plastik, kalau tidak nasi akan menjadi kering dan tidak enak dimakan.

Tips membuat sambal Nah ini yang tidak bisa tidak saya lakukan, sebagai penggemar sambal, masakan akan terasa hambar kalau ga ada rasa pedesnya. Bagaimana cara membuat sambal yang tahan lama? Caranya gampang sekali, cabai merah, tomat, bawang bombai dan bawang putih plus air dan sedikit minyak diblender sampai halus. Lalu campuran tersebut kemudian direbus dan diberi gula dan garam secukupnya. Setelah sambalnya mengental, dimasukkan ke dalam toples (bekas selai) yang sudah dicuci dan dibilas air mendidih terlebih dahulu. Tunggu sampai sambal tidak panas lagi, kemudian toples ditutup dan disimpan di kulkas. Sambal tersebut bisa tahan sampai dengan 2-3 minggu. Tips: agar tahan lama, jangan lupa memasukkan kembali sambal ke kulkas setelah selesai digunakan.

Tips membuat ayam goreng Percaya atau tidak, membuat ayam goreng tidak sesulit penampakannya. Sebenernya ada resep tradisional yang bisa kita racik sendiri, tapi menimbang dan memikirkan banyak diantara kita yang belum bisa membedakan laos dan jahe, jadi lebih aman jika kita pakai bumbu instant yang sudah jadi saja. Bumbu instant yang biasa saya gunakan (dalam keadaan darurat) adalah bumbu ayam goreng merk Bamboe. Sayang sekali bumbu instant ini hanya bisa dibeli di took oriental Boat (mungkin nanti kita harus membuat petisi supaya bumbu ini juga dijual di Wa nam hong). Cara membuat ayam goreng sbb; ayam yang sudah dicuci bersih dilumuri dengan perasan air jeruk nipis/citroen, kemudian didiamkan selama 30 menit. Air perasan jeruk nipis/citroen ini bisa menghilangkan bau amis pada ayam. Kemudian ayam dicuci dan dilumuri dengan bumbu instant. Setelah tercampur rata, diberi air sedikit (kira-kira sampai setengah ayam terendam). Lalu direbus dengan api sedang minimal 30 menit. Setelah bumbu mengering, ayam yang sudah matang dimasukkan ke dalam kantong plastik (kira-kira 3-4 potong atau untuk 2-3 kali makan per kantong). Ayam tersebut kemudian disimpan ke dalam freezer. Jika ingin dimakan, dikeluarkan dari dalam freezer dan digoreng dengan api sedang. Ayam yang disimpan di dalam freezer bisa tahan sampai dengan satu bulan. Tips: jika ingin lebih praktis, ayam yang sudah dibumbui dapat langsung digoreng, dan dimasukkan ke dalam kantong plastik, baru kemudain disimpan di dalam freezer. Jika ingin dimakan, diletakan pada suhu ruang kurang lebih satu jam, baru kemudian dihangatkan dengan microwave.

Tips membuat tumis tempe cabai hijau Bagi penggemar tempe, tumis tempe cabai hijau pasti bukan masakan yang aneh lagi. Cara membuatnya sangat mudah. Bawang merah dan bawang putih diiris tipis-tipis, demikian juga tempenya diiris sesuai selera (mau kotak-kotak boleh, mau panjang-panjang juga boleh). Cabai hijau diiris miring. Tumis bawang merah dan bawang putih, setelah matang, masukkan cabai hijau, tempe, salam dan laos (hubungi ahli masak terdekat untuk membedakan laos dan jahe). Tambahkan kecap manis secukupnya, kecap asin satu sendok teh, gula dan garam secukupnya. Tambahkan sedikit air, kira-kira sampai setengah permukaan tempe terendam. Masak sampai kuahnya agak mengering. Setelah matang, tempe dimasukkan ke dalam kantong-kantong plastik, satu kantong plastik kira-kira untuk 2-3 kali makan. Lalu disimpan ke dalam freezer. Hangatkan dengan microwave sebelum dimakan.

Demikian saran-sarannya semoga bermanfaat. Keep spirit , be creative, always remember halal is my way..:)

 

surat al baqarah 168

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah syetan, karena syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168).

 

Schiedam, 19 September 2013

Azzania

Iklan

Tentang dufre

A husband and father, a chemical engineer graduated from Bandung Institute of Technology, the one who believes that learning will keeping you stay young.. :)

One comment

  1. ini teh tulisannya teh nia bukan ? xixi mantapss sekali tips nya 😀 hrsnya tambahin foto laos vs jahe nya teh biar temen2 bs skalian blajar bedain hehe 😀 oiyaa.. buat newcomer hapalin or simpen daftar kode E di hape biar ga salah bl bahan ga halal 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s