Apa sih pentingnya DOA dari SOHIB kita…???

oleh: Fahed Agil,

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakaatuh…

Seringkali dalam kehidupan yang kita jalani ini kita mengalami kegoncangan ataupun kesulitan dalam belajar, percintaan, pencarian kerja ataupun masalah2 umum yang sebagian besar dari kita pernah berada dalam situasi yang penuh tekanan seperti ini. Tidak sedikit dari kita yang merasa bahwa keluarga besar kita tidak cukup membantu untuk meringankan beban yang sedang kita hadapi, malah ada beberapa kasus keluarga kita malah menambah pusing kepala kita2 yang sudah pening dengan masalah2 yang ada di luar rumah.

Dalam kondisi demikian, SOHIB-SOHIB kita merupakan salahsatu jalan keluar ampuh untuk meringankan beban yang kita pikul. Kita bisa curhat, ato sharing saat kita buntu pas buat tesis, belajar buat ujian, masalah percintaan, ato saat mau tes kerja. Kadang2 kita gak perlu dapet solusi dari curhat itu, kita cuma perlu melepaskan beban kita walau untuk sejenak atau minta support untuk apa yang akan kita lakukan. Biasanya, di akhir pembicaraan kita seringkali bilang, “DOAIN ya, gua mau ujian nh..” ato “Hey, besok gua mau tes kerja nih, DOAIN ya..”

 
Doa Sohib
Pada saat kita bilang minta didoakan, kita seringkali minta kepada teman kita yang kita anggap lebih alim dibanding kita, karena kita beranggapan doanya lebih makbul. Hal ini tidak salah sama sekali, karena memang orang yang lebih dekat sama Allah SWT dan Rasulullah SAW tentunya lebih didengar doanya. Tapi secara umum, dalam Islam doa seorang sahabat kepada sahabatnya yang lain itu bisa dibilang mustajab.

Abu Darda’ ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Adapun doa seorang Muslim bagi SAUDARAnya yang tidak hadir adalah mustajab. Di sisi kepalanya ada malaikat yang diwakilkan. Setiap kali dia mendoakan kebaikan bagi saudaranya itu, malaikat yang diwakilkan itu pula berkata: “Amin, dan bagimu seumpama apa yang engkau doakan itu.”

(Hadis riwayat Muslim).

Kata “SAUDARA” pada hadis diatas dapat diartikan seseorang yang dekat dengan kita, bisa dekat secara darah (keluarga), ataupun teman, karena setiap muslim dengan muslim lainnya adalah saudara. Jadi, doa kita sebagai sohib kepada sohib kita yang lain itu bisa dibilang mustajab, (tentunya setelah kita memenuhi adab dalam berdoa), dan seringkali dalam rutinitas yang kita jalani, tanpa kita sadari (didoakan atau kita yang mendoakan) kebaikan itu terus datang kepada kita selama kita terus menjalin persahabatan dan silaturahmi.

Allah menyatakan dalam al-Quran, surah al-Baqarah, ayat 186,

“Apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu mengenai aku, maka jawablah aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada ku. Kerana itu, hendaklah mereka memenuhi segala perintah ku dan beriman kepada ku, supaya mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Wallahu A’lam wa Ahkam

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wa Barakaatuh..
Fahed Agil
Alumni MScBA in Finance and Investment 2009-10
RSM – Erasmus University Rotterdam

dikutip dari blog lawas PPMR.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s