aa_fuady

maling sepatuKetika semua orang ribut bicara ulah Malaysia yang mencuri budaya negeri, kawan saya justru kerepotan sendiri dengan sepatunya yang hilang. Kawan saya itu merengut, bersungut-sungut, sambil bercerita bahwa belum sepekan yang lalu telepon selulernya juga hilang. Bukan di mana-mana. Bukan di toilet, bukan di pasar, bukan di terminal. Malah di tempat yang dia pikir paling aman sedunia karena labelnya yang luar biasa gagah: Rumah Tuhan. Telepon selulernya hilang saat berdesakan setelah selesai wudhu, sedangkan sepatunya raib setelah khutbah dan shalat Jum’at selesai.

“Tuhan mungkin sudah tak punya rumah,” pikir saya waktu itu.

RumahNya sudah dibakar, dihanyutkan bah. Yang bersisa hanyalah beton-beton yang menjulang –yang membuatnya harus mengemis di pinggir jalan sambil memutar shalawat dan kasidah sebelum semua dindingnya rampung dibangun. Tapi, cobalah masuk ke dalam, ruhnya melompong. Kefakiran telah menjelma kekufuran justru di tempat seharusnya manusia mampu melihat kebenaran dan bertaubat atas segala kesalahan.

Kawan saya mungkin tak akan sebegitu…

Lihat pos aslinya 454 kata lagi

Iklan

Tentang aafuady

hanya ahmad fuady yang ingin berkisah tentang apa yang berkecamuk dalam dirinya. suka menolong orang sehingga ia disebut dokter, suka menulis sehingga ada yang menyebutnya penulis, suka mengajar dan ada yang memanggilnya dosen, suka meneliti maka dianggaplah ia peneliti, juga suka pada istri dan anaknya maka ia dipanggil Buya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s