Segenggam Beras yang Mampu Menjaga Kita, Mereka, dan Dunia

oleh Niken Iwani Surya Putri

wa aqimusholata wa’atuzzakata..

Ada tiga puluh tiga ayat-ayat Alloh yang menggandengkan sholat dengan zakat (2:43,2:110,9:18), mengisyaratkan betapa penting kedudukan keduanya dalam ketaqwaan seorang Muslim. Pada kenyataannya sering kita temukan diri lupa memenuhi ibadah zakat dibandingkan ibadah yang lainnya.

Sahabatku, mengapa lalai dalam berzakat, infaq, dan sedekah?

Sedekah dalam Islam itu terbagi menjadi sedekah wajib (zakat), dan sedekah sunnah yang meliputi infaq, jariyah, wakaf atau bahkan sekedar tersenyum dan menyingkirkan duri.

Apa-apa yang wajib, tentu menjadi dosa jika ditinggalkan.

Inilah yang sering dilupakan oleh kita.

Sedangkan sering kita mendengar keengganan berzakat dari orang-orang Islam, bukan hanya enggan membayar zakat, akan tetapi kelalaian akan jumlah dan waktu-waktu yang diperintahkan untuk membayar zakat.

Bahkan dari kerabat saya sendiri, sering menyatakan,

Ah, saya sudah sering sedekah di bulan-bulan selain Ramadhan, malah lebih besar daripada jumlah zakat fithrah…” lalu menggampangkan membayar zakat fithrah hingga waktunya terlewat.

Padahal zakat fithrah itu wajib bagi tiap jiwa, pada waktu yang ditetapkan.

Jika kita diperintahkan untuk sholat pada waktunya, dengan jumlah rakaat yang tidak boleh ditambah kurangi, begitu pula dengan ibadah zakat. Waktu, kadar dan peruntukannya sudah jelas.

Di mata Rasulullah, sungguh dunia tidak lebih dari sebuah bangkai kambing (HR Muslim). Lalu mengapa terlena dan lalai untuk sebuah kefanaan, apalagi dengan sengaja menahan harta. Amat keras siksa bagi yang sengaja menahan harta karena kikir dan enggan (9: 35).

Begitu pentingnya aspek zakat ini sehingga Umar R.A memerintahkan berperang terhadap orang-orang yang tidak mau membayar zakat, dan Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata, “Kalian diperintahkan menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Dan, barangsiapa tidak berzakat maka tidak ada shalat baginya.”

Zakat = Terapi Galau

Percayakah teman-teman jika segenggam beras dapat menjaga rumah dari maling, bisa melipatgandakan rezeki, sekaligus menghilangkan depresi?

Bersedekah dalam Islam itu bermakna suci, berkah, tumbuh, dan manfaat (thohuru, barakah, numuw, sholahu). Sebagaimana firman Alloh dalam at Taubah 103 bahwa dengan zakat itu kita membersihkan dan mensucikan kembali diri dan harta kita, serta memberikan ketentraman. Alloh SWT juga menjanjikan bahwa bagi yang memberi pinjaman yang baik, yang dilakukan dengan ridho kepadaNya, akan dilipatgandakan balasan kepadanya beberapa kali lipat (2:245, 30:39).

Harvard Business Review merilis artikel “ Spending Money on Others Promotes Happiness”, yang menyatakan efek memberikan uang, itu sebanding dengan kebahagiaan menerima uang. (1)

WHO memperkirakan saat ini, bahwa satu dari empat jiwa di dunia mengalami depresi.  Menjadikan sedekah sebagai terapi galau boleh jadi bermanfaat untuk penghalang depresi, didukung dengan banyaknya riset terkini tentang pengaruh charity dan kebahagiaan oleh ilmuwan neurosains.

Tetapi sedekah bukan untuk diri kita saja.

Jauh sebelum kita mengetahui gaji Tiger Woods sebagai bintang iklan Nike sama besarnya dengan pendapatan (GDP) satu negara miskin di Afrika, dan bahwa 1% dari penduduk terkaya didunia memiliki sumber daya 20% dari dunia, Islam telah mengajarkan pentingnya pemerataan kekayaan bagi peradaban.

Amartya Sen, seorang pemenang nobel ekonomi di bidang kemiskinan, adalah seorang Bangladeshi yang prihatin dengan kemiskinan di negaranya. Tesis Nobelnya, mengungkapkan bahwa masalah utama dari kemiskinan, hanyalah disebabkan oleh ketidak merataan.

Didalam ilmu ekonomi, sedekah adalah bersifat pro-poor dan self-targeted.  Sebuah instrumen pemerataan, sarana pemutar roda ekonomi, sekaligus solusi dari masalah kemiskinan dunia, jika dilakukan dengan benar. Sebagaimana Allah berfirman,

“agar harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja..(59:7)

Bagi Indonesia, negara dengan umat Islam sebanyak 200 juta penduduk, kewajiban zakat dapat menjadi sumber pemerataan pendapatan sukarela dengan potensi triliunan rupiah, jika diberdayakan dengan baik (terlampir tabel potensi dana zakat Indonesia).

Lebih dari sekedar pemerataan, zakat bertujuan mengangkat kemiskinan. Kadzal fakru ayakunal kuffra.. Rasulullah menyatakan bahwakemiskinan mendekatkan pada kekafiran, dan murtad adalah keburukan yang besar. Karena itu didalam Islam, memerangi kemiskinan adalah fardhu kifayah. Sebuah usaha bersama.

Last but not least, siapakah mustahik itu?

Ini bukan tentang kategori delapan ashnaf zakat yang sudah diketahui oleh kita semua, tetapi sifat-sifat mustahik yang diberi zakat.

“(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui”(2: 273)

Inilah saudara kita, fakir miskin dan mujahid yang berjuang dengan penuh kehormatan. Jual tissu, berdagang makanan, menyemir sepatu, mujahid penghapal Quran.

Bukan bos anak jalanan, preman dengan penghasilan 4 juta perbulan dan hidup dari setoran pengamen.

Bangsa ini menghabiskan satu milyar sebulan untuk sedekah jalanan (artikel FISIP UI), dan uang sebanyak itu habis untuk maksiat serta pola asuh kemiskinan yang berakibat mental peminta-minta turun temurun. Zakat, infaq, sedekah, itu semua untuk amil zakat terpercaya, yang punya program pendidikan, kesehatan, dan tepat sasaran. Jadi kali ini, jangan salah berzakat.

Wallahu a’lam bishowab.

Lampiran:

1. http://www.hbs.edu/research/pdf/10-012.pdf

2.

Potensi Dana Zakat Indonesia, 2008-2012

 

2008

2009

2010

2011

2012

PDB Nominal (Rp Triliun)

4.951,4

5.613,4

6.253,8

7.006,7

8.089,7

Potensi Zakat (Rp Triliun)

(1)    1,0% dari PDB

(2)    1,7% dari PDB

(3)    2,0% dari PDB

49,5

84,2

99,0

56,1

95,4

112,3

62,5

106,3

125,1

70,1

119,1

140,2

80,9

137,5

161,8

Sumber: Hasil analisis PEBS-FEUI.

Komparasi Potensi Zakat dan Belanja Pemerintah Pusat, 2008-2012

Potensi Dana Zakat (1,0% thp PDB, Rp Triliun)

Bantuan Sosial (Rp Triliun)

Subsidi (Rp Triliun)

Pembayaran Bunga Utang (Rp Triliun)

2008

49,5

57,7

275,3

88,4

2009

56,1

73,8

138,1

93,8

2010

62,5

71,2

201,3

105,7

2011

70,1

81,8

237,2

106,6

2012

80,9

63,6

208,9

123,1

Sumber: Analisis PEBS FEUI dan Nota Keuangan 2012

Tentang Ivan

After graduating from school of architecture Institut Teknologi Bandung, Indonesia in 2006, he worked for almost three years in an emerging Singaporean young firm, Park associates Architect. He design several residential projects to build with the office and published in some renowned architecture magazines such as D A. Since 2009 he is the founder of ruang magazines, an online architecture magazine that deal with urban and social problems in Indonesia.

One comment

  1. It should be noted that individuals in poor health or suffering from diabetes and other health related issues should 5:
    2 metoden first consult with their physicians before undertaking a water fasting diet.
    You will appear to lose more than that because all diets, what happens is your
    system is being stressed because we evolved at the time, so this week I did Slimfast 321.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s