Bahtera Nuh

Sepuluh generasi setelah (nabi) Adam, diutuslah (nabi) Nuh, putera Lamak bin Mutawasylah, cucu (nabi) Idris, keturunan keenam (nabi) Adam. (nabi) Nuh dikaruniai empat orang putera: Kana’an, yang akan berkhianat, serta Yafit, Sam, Ham, yang kelak menjadi nenek moyang seluruh bani Adam di bumi ini.

Sam akan menurunkan bangsa Al-Jaramiqah, Suryani, Ibrani, Persi, Kurdi, Nabth, dan Arab.

Yafits akan menurunkan bangsa Turki, Ad-Dailam, ash-Shaqalibah, Cina, Francs, Lamman, Atsban, Yunani, Ya’juj dan Ma’juj.

Ham akan menurunkan bangsa Sind, az-Zanj/Negro, Qibthi, Quth, Kurdi, Kan’an, India, dan Zuwailah.

.

Sungguh (nabi) Nuh orang yang sabar, yang telah berdakwah, didustakan, kembali berdakwah dan kembali didustakan selama 910 Tahun, setelah diangkat Rasul pada umur 40 tahun.

.

Hujan telah padam, badai telah menjinak, dan semburan air tanah pun telah mereda. Bumi telah ditenangkan oleh Allah. Hanya rintik hujan yang mengiringi kesedihan (nabi) Nuh atas kehilangan yang sangat. Kaumnya mendustakannya, mengingkari seruan (nabi) Nuh untuk menyembah Allah dan menolak pertolongan Allah. Kana’an, putra pertama (nabi) Nuh yang khianat, pun tak selamat dari banjir yang menenggelamkan hingga puncak bukit tempat Kana’an berlindung.

Selama berbulan-bulan (nabi) Nuh, bersama 80 orang kaumnya yang salih dan pasangan hewan, berlayar mengendarai gelombang badai yang mengamuk menelan kaum durhaka. Bahtera, dengan panjang 300 hasta, lebar 50 hasta dan tinggi 30 hasta, itu telah berlabuh 7000 kaki diatas permukaan laut di sebuah bukit yang tertinggi (Al-Judi), yang lebih dikenal dengan nama bukit Ararat, di timur Turki.

.

Saat itu 10 Muharram, pintu besar yang berada di lambung bahtera itu akhirnya terbuka. Banjir telah surut, langit telah tenang, burung-burung berkicau beterbangan dari tingkat ketiga, matahari bersinar terang menandakan berakhirnya azab Allah. (nabi) Nuh turun menjejakkan kakinya di bukit Al-Judi, diikuti oleh Sam, Yafits dan Ham beserta kaum Nuh lainnya serta berpasang-pasang binatang liar dari tingkat pertama. (nabi) Nuh memimpin mereka menuruni Ararat dan membangun sebuah kota di kaki bukit Ararat yang akan dinamakan Thamanin, yang berarti delapan puluh. Hingga Thamanin akhirnya penuh oleh keturunan (nabi) Nuh, dan turunlah wahyu berikutnya, untuk (kembali) hijrah ke selatan Irak, ke sebuah nama yang akan dikenal dengan nama Babilonia.

.

Dan dimulailah sejarah bangsa Babilonia, raja Namrud dan berhala-berhalanya. Dan pengingkaran akan kembali terulang hingga nanti (nabi) Ibrahim tiba dan kembali melawan kezaliman.

Tentang Ivan

After graduating from school of architecture Institut Teknologi Bandung, Indonesia in 2006, he worked for almost three years in an emerging Singaporean young firm, Park associates Architect. He design several residential projects to build with the office and published in some renowned architecture magazines such as D A. Since 2009 he is the founder of ruang magazines, an online architecture magazine that deal with urban and social problems in Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s