Catatan harian seorang pelamun

oleh A. Zulfa Juniarto

 

Tertegun….

Begitu reaksiku ketika ditanya oleh teman sebelahku…

“ Bagaimana kamu memandang kami?”

Kebetulan temanku itu berbeda dalam keimanan

Tertegun….bukan pada jawaban apa yang akan kusampaikan kepadanya, tapi pada alasan kenapa dia bertanya seperti itu.

Ada makna yang dalam yang terkandung dari pertanyaan itu, atau mungkin perasaanku saja…

 

Ku jawab dengan pelan….kita hanya berbeda….itu saja yang meluncur dari mulut ini menjawab pertanyaan sederhana namun syarat makna tersebut.

Ohhh…desahnya sambil membetulkan duduknya.

 

Ya memang seperti itulah yang kurasakan. Kita ini berbeda……

Apa yang kita cari selama ini adalah sama, apa yang kita damba juga sama : KEBAHAGIAAN baik di dunia ini maupun hari hari panjang setelahnya…

 

Membenci? Itu tidak pernah terlintas dalam hatiku dalam memandangmu. Keyakinan akan kebenaran dari keimanan yang kuanut  adalah 100%.

Menganggap salah agamamu? Dalam kadar tertentu itu ada. Karena keyakinan itu menuntut pembenaran secara mutlak terhadap apa yang diyakininya. Tapi bukankah engkau juga begitu terhadapku……karena engkau telah memilih keyakinanmu itu.

 

Apakah menurutku, dirimu akan masuk neraka?

Surga dan neraka adalah kewenangan Rabbul ’alamin, sang penguasa alam ini. Tapi dari ajaran yang kuyakini, begitulah adanya, Tapi sekali lagi, bukankah kau punya anggapan yang sama terhadapku.

 

Lakum diinukum waliyadiin……Agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku

Begitulah islam mengajarkan kepadaku tentang beragama didunia ini

Penghormatan terhadap yang lain keyakinan adalah sesuatu yang mutlak, tak bisa dipungkiri. Jelas sudah pesan yang akan disampaikan melalui ayat tersebut, tanpa bias maknawi.

 

Isyhadu bi anna muslimun……

Saksikanlah wahai sekalian manusia…bahwa aku ini seorang muslim

Ya..seorang muslim…yang seharusnya mempunyai kepribadian sebagai muslim.

Kepribadian muslim?

Ya, kata ini sering menjadi pertanyaan dalam diriku, yang katanya seorang muslim.

Bagaimanasih kepribadian muslim itu? Akupun tahunya samar samar…

Kok?

Iya samar samar, karena aku belum paham betul bagaimana islam ini mengajarkan berkepribadian

 

Sholatku terbang dengan diucapkannya salam

Doaku hilang dengan tertelangkupnya telapak ini ke muka

Tak ada bekas…tak tersisa …dalam jejak langkah di dunia ini… akan sholat ku, akan doaku………

Langkah ini hanya terbimbing oleh hegemoni otak dan nafsuku

Yang telah menjelma seolah olah menjadi panutan kita. Segala pertimbangan, siasat, tahapan langkah, pola pikir dan segala sesuatu untuk menjadi ”lebih baik” tertuju pada terpuaskannya apa yang otak pikirkan, apa yang nafsu ini damba.

Seribu alasan kita gunakan untuk pembenaran tindakan kita, seribu dalil kita gunakan untuk mengelak, men ”denie” kelemahan kita.

 

Ya muqallibal qulub…..

aku memohon perlindungan MU dari terbolak baliknya hati ini

Yang selalu mengikuti irama dunia…..irama yang hanya kita tahu dari indra kita. Dari apa yang bisa kita lihat, dari apa yang kita bisa dengar, dari apa yang bisa kita baca, dari apapun yang bisa menjangkau indra kita. Hanya sebatas itu……hati ini mengikuti dunia

 

Kebenaran itu hanya Engkau yang tahu……..maka seharusnyalah hati ini kupasrahkan pada iramaMU

 

Seperti kedalaman tiang pancang yang menentukan setinggi apa gedung itu bisa berdiri

Maka itulah iman kita, yang menentukan setinggi apa kita bisa bertahan, semulia apa kita bisa dipandangNYA, sebanyak apa kita bermanfaat…….

 

Semoga keluargaku, sahabat sahabatku, lingkungan sekitarku bahu membahu untuk bersama mendalamkan iman kita…………..kemanfaatan kita…Aamien..

 

 

 

Tentang Ivan

After graduating from school of architecture Institut Teknologi Bandung, Indonesia in 2006, he worked for almost three years in an emerging Singaporean young firm, Park associates Architect. He design several residential projects to build with the office and published in some renowned architecture magazines such as D A. Since 2009 he is the founder of ruang magazines, an online architecture magazine that deal with urban and social problems in Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s