Tiga makhluk di surga: Adam, Hawa dan Iblis

Bismillahirrahmanirrahim,

.

Iblis dari api. Malaikat dari cahaya. Adam dari tanah.

Adam tercipta. Malaikat bersujud. Iblis berkhianat.

1.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”

Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana .”

Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?” (Al Baqarah 2: 30-33)

.

Saat itu hanya ada satu makhluk di surga: Adam.

Saat itu sudah ada bumi.

Malaikat mengambil empat jenis tanah: merah, putih, cokelat dan hitam. Lembut, lunak, keras dan berpasir. Dan ditiupkanlah (oleh Allah) ruhnya.

Dengan penuh rahmat, cinta dan kebebasan berkehendak.

Terbukalah mata Adam di sebuah tempat yang tak dikenalnya.

Saat itu belum ada arsitektur. (mungkin) Arsitektur tidak dibutuhkan. Tidak ada hujan dan terik, salju apalagi. Manusia lain pun tidak ada.

Pria itu sibuk dengan nama-nama benda yang kemudian diajarkannya kepada para malaikat. Merekapun segan kepada Adam. Walau keraguan sempat singgah terhadap (calon) khalifah bumi yang nantinya malah berbuat kehancuran.

Kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan tidak mengenal lelah, memang belum ada konsep lelah. Hidup serba berkecukupan. Tidak ada sesuatu hal yang menyangkut lahiriah yang dirasa kekurangan, namun ada sesuatu yang kurang di hati sanubarinya. Adam sudah merasakan sepi yang teramat.

Matahari dan bulan tidak sampai ke tempat itu. Tidak ada definisi gelap-terang, siang-malam, dingin-panas, baik-buruk dan semua hal yin dan yang.

Suatu saat dia beristirahat, namun bukan karena lelah atau mengantuk, tetapi karena digariskan seperti itu. Terlelap, bukan karena siang dan malam; yang saat itu tidak diperlukan. Waktu belum bertugas untuk mulai memakan umur Adam.

Allah mengambil rusuk Adam bagian atas yang paling bengkok. Dan meniupkan roh kedua.

Betapa terkesimanya Adam, ketika terbangun, sesosok makhluk indah, yang belum bernama, berdiri disisinya. Adam pun menamainya Hawa; seseorang yang selalu dirindukan. “Engkau adalah pasanganku.”

2.

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak…” (An-Nisa 4:1)

Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.” (Al Baqarah 2: 35)

Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang, dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya. (Thaahaa 20:118-119)

…Dan nasehatilah para wanita (para istri), karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan sesungguhnya sebengkok-bengkok tulang rusuk adalah yang paling atas. Jika kamu paksa meluruskannya (dengan kekerasan), berarti kamu mematahkannya, dan jika kamu membiarkannya, maka akan tetap bengkok. Maka nasehatilah para wanita dengan baik. (Sahih Bukhari 3048)

.

Kini ada dua makhluk di surga: Adam dan Hawa.

Tinggallah mereka di surga. yang indah, teatrikal, dengan sungai-sungai indah yang mengalir tenang dan segala makanan dan buah-buahan yang ranum.

Dan belum pula dibutuhkan kehadiran arsitektur. Ketika itu surga adalah nyata dan arsitektur hanyalah fana.

Terik dan hujan tetap tidak kunjung datang. Apalagi salju. Tidak dibutuhkan perlindungan dari apapun, tidak dibutuhkan privasi, tidak ada perlombaan status sosial, tidak ada ketakutan akan alam dan tidak ada ambisi untuk menginteriorisasinya, belum terbentuk kegilaan akan harta dan obsesi untuk menimbunnya.

Belum ada keharusan menutup aurat, karena memang tidak dikenal konsep aurat dan malu. Semuanya masih disucikan.

Adam mengajaknya berkeliling dan mengajarkan nama-nama benda. Dia selalu berjalan bersama Adam, menemaninya kemanapun Adam beranjak, keberkasih-kasih, dan memakan segala buah-buahan di surga. Segala tersedia. Semua diperbolehkan, kecuali satu: buah dari pohon larangan itu.

3.

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. 

Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,

maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?

(Al – A’raf 7: 20-22)

Datanglah makhluk yang ketiga: Iblis.

Satu-satunya yang tidak tunduk kepada Adam. “Api lebih mulia dari tanah.”

Yang semula terusir dan dilaknat oleh Allah karena keangkuhannya.

Yang ditangguhkan hingga hari akhir. Yang akan berjanji menggoda anak cucu Adam. Dendam yang tidak pernah terselesaikan. Hingga hari akhir yang melerai.

Itulah tugas pertama Iblis. Semula merasa tersingkir oleh kehadiran Adam, kini iblis mefokuskan seluruh perhatiannya terhadap Adam, dipelajari semua kelebihan dan kekurangannya. Hingga akhirnya Iblis mengetahui sebuah kelemahan terbesar khalifah bumi: Nafsu.

Suatu hari Iblis berhasil memasuki surga, karena memang sudah tertulis dalam rencana besar. Datanglah ia kepada Adam, sebagai makhluk yang bijaksana dan pemberi nasihat: “Allah melarang kalian memakan buah khuldi ini agar tanah tidak menjadi cahaya dan kalian hidup abadi selamanya di surga.”

Satu kali terhadap Adam, tidak berhasil. Datanglah Iblis kepada Hawa, dan mengatakan hal yang sama, juga tidak berhasil. “Aku akan menuruti laki-laki itu, jika dia tidak memakannya, maka aku juga tidak.”

Iblis pun tidak mudah berputus asa. Terus menerus dia dating dan berbisik kepada keduanya mengenai hal yang sama. Tidak juga digubris. Hingga suatu saat waktunya telah tiba, mungkin pengetahuan Adam dan Hawa sudah siap untuk tahap selanjutnya, mereka pun terbujuk bisikan Iblis dengan harumnya pohon kayu itu.

Tergigitlah buah pohon kayu itu oleh keduanya. Ya keduanya tergoda, bukan salah satu lebih lemah dari yang lain, keduanya yang melanggar. Hingga keduanya pun dilaknat Allah.

Terbukalah aurat mereka, terbukalah malu mereka, terlepaslah hawa nafsu mereka. Dengan panik mereka mengambil dedaunan dan mulai menutupi bagian tubuh mereka. Selesai lah tugas mereka di surga.

4.

Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. 

Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.

(Al – A’raf 7: 23-24)

Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (Thaahaa 20:123)

.

Adam dan Hawa diberi ampunan oleh Allah namun dipisahkan di kefanaan bumi. Jadi tidaklah benar sebuah legenda ‘original sin’. Mereka tidak turun dengan menanggung dosa, itu hanya akibat kesalahan yang mereka lakukan oleh hasutan iblis. Tidaklah mereka membawa hal itu ke bumi. Iblis pun turun ke bumi untuk melakukan tugas selanjutnya.

Adam dan Hawa terpisah jauh sekali, mungkin beribu kilometer selama bertahun-tahun. Tempat pastinya mereka diturunkan tidaklah penting, namun tempat bertemunya yang menjadi penting: Padang Arafah.

Tidak lagi seperti di surga, dimana segala hal tersedia, Adam harus mengusahakan segala sesuatunya untuk bertahan hidup.

Arsitektur  mulai menjejak bumi. Sejarah pun bermula. Arsitektur mulai dibutuhkan. Kutukan keterkaitan khalifah dan arsitektur dimulai. Obsesi akan fana pun dimulai. Hingga ‘waktu yang telah ditentukan’ pun terlupa.

Khalifah menciptakan arsitektur untuk membunuh waktu. Hingga akhirnya khalifah pun terpenjara dalam arsitektur itu sendiri. Dimulailah pertempuran mereka dengan waktu. Dan monumen-monumen percobaan pembunuhan tersebut tercipta, berdiri dan dipelihara hingga saat ini.

Dan hingga hari akhir yang akan melerai.

.

Adam tercipta. Malaikat bersujud. Iblis berkhianat.

Iblis dari api. Malaikat dari cahaya. Adam dari tanah.

Iklan

Tentang Ivan

After graduating from school of architecture Institut Teknologi Bandung, Indonesia in 2006, he worked for almost three years in an emerging Singaporean young firm, Park associates Architect. He design several residential projects to build with the office and published in some renowned architecture magazines such as D A. Since 2009 he is the founder of ruang magazines, an online architecture magazine that deal with urban and social problems in Indonesia.

3 comments

  1. Asalammualaikum, pengenalan atau pelajaran pengajian muslim roterdam untuk menambah wawasan. tapi ada yg saya belum mengerti adalah : Bukankan Allah menciptakan tiga mahluk adalah Manusia, Malaikat dan Jin. setan menurut saya tidak diciptakan. mohon penjelasannya untuk menambah wawasan saya dan teman teman.

    1. sepengetahuan saya memang iblis itu dari kalangan Jin pak. dan jin berasal dari api. bisa di cek Al-A’raf ayat 12.. terimakasih masukkannya. kunjungi terus blog kami yah.. 😀

  2. apakah bisa dismpulkan dari cerita di atas, bahwa sesunggunya manusia adalah mahluk surga, yg kemudian diturunkan kebumi untuk di jadikan khalifah bagi seluruh mahluk dibumi…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s