Mencuri dan Berbagi Ala Robin Hood

Once upon a time in Korea, di sebuah desa, tinggallah seorang cowok cakep yang dikenal dengan nama Iljimae, nama yang berarti setangkai plum. Iljimae ini adalah seorang pencuri misterius yang sangat dikagumi warga desa. Kenapa? Karena tampang cakep, tapi gokil slengean? Eh bukan! Karena Iljimae suka mencuri dari rumah-rumah milik pegawai pemerintah yang korupsi lalu membagikannya kepada warga desa yang sangat miskin. Iljimae bilang bahwa ia berjuang tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk rakyat. Ia menjadikan dirinya pejuang untuk rakyat. Iljimae selalu menolong jika ada masyarakat yang tertindas atau diperlakukan semena-mena oleh para bangsawan yang berkuasa. Iljimae si pencuri itu dipuja-puja oleh rakyat sampai-sampai dijuluki “Iljimae matahari kami”.

Di belahan lain dunia, tepatnya di hutan Sherwood, Nottinghamshire, hiduplah seorang pemuda cakep lainnya bersama teman-temannya yang menyebut diri mereka “gank-nya si Merry” (band of Merry hehehe). Pemuda cakep itu namanya Robin Hood, ia ahli sekali memainkan pedang dan memanah. Sayangnya, sama seperti Iljimae, Robin hood juga seorang pencuri! Bahkan Robin Hood dan gank-nya si Merry punya semboyan hidup “mari mencuri dari orang kaya agar rakyat miskin bisa makan”! Memang, Robin Hood dan teman-temannya hanya mencuri dari orang-orang kaya saja lalu membagikan hasil curiannya itu kepada rakyat miskin. Itu merupakan cara pilihannya untuk berjuang melawan ketidakadilan dan tirani penguasa.

Lalu kita terbang ke negeri sendiri, menemui sosok lain “Iljimae”, sosok lain “Robin Hood” tapi yang ini versi negeri sendiri yang yaaa.. agak sedikit maksa 😀 Beberapa waktu lalu media rame memberitakan tentang Dedi dan komplotannya yang baru saja ditangkap oleh Polres Barelang, Kepulauan Riau. Dedi jadi terkenal karena ulah pencurian yang dilakukannya. Sedikit (sekali) mirip dengan Iljimae dan Robin Hood, Dedi mencuri lalu sebagian hasilnya dibagikan ke masyarakat miskin melalui LSM yang dikelolanya. Sebagian lagi kemana? Konon menurut pemberitaan, mungkin hanya sebagian kecil dari hasil curiannya (nilainya milyaran) yang disalurkan kepada masyarakat melalui LSM, selebihnya dinikmati sendiri. Sasaran pencurian Dedi adalah rumah-rumah mewah dan tempat penukaran uang, tidak mesti itu rumah-rumah mewah milik pejabat yang korup atau jahat, daerah operasi nya bahkan tidak hanya di Batam tetapi juga sampai ke negeri jiran. Robin Hood dan Iljimae kurang go international yak dibandingkan dengan Dedi 🙂

*****

Saya tertarik dengan fenomena ini, fenomena Iljimae, Robin Hood dan Dedi yang mencuri lalu membagikan hasil curiannya kepada masyarakat yang membutuhkan.  Singkat cerita, saya dan beberapa  BBAQ-ers periode tahun lalu sahut-sahutan di twitter mengenai fenomena ini, ya semacam diskusi online kecil-kecilan. Kami sependapat bahwa mencuri adalah tetap mencuri alias mengambil hak orang lain dengan cara paksa, terlepas cerita dibalik itu bahwa hasil curian itu lalu dibagikan kepada rakyat yang miskin.

Lagipula bukankah kita tidak dianjurkan untuk bersedekah atau mensedekahkan hal-hal yang buruk? Terjemahan salah satu ayat suci Al Qur’an yang saya baca “Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya…” (QS. 2: 267). Saya memahaminya bahwa Allah melarang kita bersedekah dengan hal-hal yang buruk, entah itu memberikan sesuatu yang kondisinya sudah tidak layak untuk diberikan atau pun bersedekah hasil dari perbuatan yang dimurkai Allah, seperti mencuri. Owyaa, mengenai bersedekah ini, saya sendiri punya requirement sendiri untuk bersedekah (terutama untuk pemberian sedekah dalam bentuk barang): cobalah menempatkan diri sebagai orang yang akan menerima sedekah! Jika rasa-rasanya calon penerima sedekah akan berkata “oucchhh, what ? I’m not gonna use it” maka lebih baik jangan yaa. Percayalah, orang mungkin tak punya harta benda tetapi mereka pasti punya hati dan harga diri 🙂 Jadi, memberilah dengan pantas. Jangan justru melukai perasaan dengan pemberian yang tidak layak 🙂

Biar makin jelas soal mencuri ini, saya cari lagi ayat lain yang menjelaskan bahwa Islam itu mengharamkan penggunaan cara apapun untuk mengambil harta orang lain yang bukan haknya. Ini ayatnya “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan bathil dan janganlah kamu bawa urusan harta itu kepada hakim agar kamu dapat memakan sebagian harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa padahal kamu mengetahuinya.” (QS. 2: 188).

Kemudiai, dari Abu Umamah bin Tsa’labah, Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa merampas hak seorang muslim, maka dia telah berhak masuk neraka dan haram masuk surga.” Seorang lelaki bertanya: “Walaupun itu sesuatu yang kecil, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Walaupun hanya sebatang kayu arak.” (HR. Muslim). Bahwa mencuri merupakan hal yang dilarang, sudah jelas sekali bukan? Mau sekecil apa pun milik orang lain yang kita ambil. Mau pake alasan untuk kepentingan rakyat sekali pun, mencuri itu tetap tidak diridhai oleh Allah, apalagi mencuri untuk kepentingan pribadi. Jadi yaaa, maaf banget ini loh yaa, mencuri itu perbuatan yang salah ya, mas Robin, mas Iljimae, dan mas Dedi 😀

Eh, tidak lupa colek mas-mas, mbak-mbak, bapak-bapak, ibu-ibu, rekan-rekan yang mungkin tidak sadar kalau perbuatan yang telah atau sedang dilakukannya adalah mencuri. Seringnya sih dengan alasan kesejahteraan lalu khilaf menyalahgunakan wewenang dan kepercayaan lalu tilep dikit-dikit, mainin angka ini itu dikit-dikit… Dan memang pencurian ini terasa tidak terlalu “nyata” seperti pencurian yang dilakukan oleh Mas Robin Hood, mas Ijimae atau mas Dedi, tapi tetap saja termasuk perbuatan mencuri. Ingat ya, sekecil apa pun itu, Allah maha tau loh! Siap-siap aja dimintai pertanggungjawabannya kelak 🙂

Semoga Allah selalu menjauhkan kita dari niatan dan perbuatan mencuri. Memang harus terus bersyukur atas rizki yang kita peroleh, dan cukupkanlah kehidupan kita dari apa yang benar-benar menjadi hak kita. Hiduplah sederhana, jangan mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan kita, jangan besar pasak daripada tiang 🙂 Dan jika memang ingin berbagi dengan yang tak mampu, berbagilah dengan cara yang halal, jangan dengan merampas hak-hak orang lain yaa…

Sekali lagi, seperti yang pernah saya tulis di blog saya: There are many ways to share and there are more ways to help 🙂 Terakhir, saya mohon maaf ya, jika lewat tulisan ini saya sudah menyebabkan pudarnya pesona “kepahlawanan” Mas Robin Hood dan mas Iljimae, terutama untuk teman-teman yang mungkin di masa kecilnya sangat mengidolakan tokoh-tokoh ini hehehe 😀

Wassalam.

 

Sumber :

http://regional.kompas.com/read/2012/02/08/13332695/Ada.Robin.Hood.di.Batam

http://www.beritasatu.com/nasional/30886-robin-hood-batam-bukti-kesenjangan-masih-nyata.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Iljimae

http://www.robinhood.info/

http://en.wikipedia.org/wiki/Robin_Hood

Iklan

One comment

  1. nah bagai mana bila yg di curi tidak mengerti harta itu hanya TITIPAN SEMATA… YG SEBENARNYA MILIK bersama..jadi niat bsi pencuri melancarkan rezeki2 org lain wlpun entah siapa itu… yg penting terlihat sangatr membutuhkan..dan tolong segera di zz… klw msh kurang penasaran hub saya 083813593737 kata sandi ZX

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s