dua anak adam..

pagi itu terasa lebih dingin dari biasanya..

angin pun bertiup sedikit lebih kencang dan tajam menerpa sebatang pohon samurah yang berdiri gontai dengan dahan-dahan kayu berserakan, ditengah-tengah padang rumput yang luas..

ternak berlarian tak berjalur, kaget luar biasa..

dua pemuda itu tak berhenti bernafas tersengal, dan degup jantung yang tak beraturan..

seorang tersengal terjelembab dengan darah bersimbah dari belakang batok kepalanya.. tangannya yang kekar, namun penuh kasih sayang, pun tidak mampu menahan ketakutan dan sakit yang luar biasa.. hawa dingin semakin mebuatnya menggigil tak terelakkan.. dengan panas yg semakin meninggalkan tubuhnya.. hingga hanya tertahan di tenggorokan..

seorang lagi berdiri menggigil ketakutan.. tersengal-sengal.. bercampur antara lega, kaget, menyesal dan tersadar.. Kainnya basah, berlumuran darah.. dan sebatang dahan kokoh dan besar terlepas jatuh dari tangan kanannya, yang kurus namun kasar dan penuh luka goresan dari semak belukar..

darah terus membanjiri tanah kering itu.. berkilat-kilat memantulkan sinar matahari yang mulai menusuk mata. mulai terdengar lolongan hewan ternak yang akhirnya berhenti dari pelariannya.. menunduk.. menangis.. Terseok..

dia terus memanggil adiknya yang tersungkur di tanah, menggelepar, menahan, dan semakin kecil rintihannya.. Semakin pelan tersengal.. Semakin meninggalkan tenggorokan.. dan akhirnya sepi..

sementara bisikan itu pergi menjauh meninggalkan padang rumput itu dengan perlahan.. tersenyum lebar.. mudah sekali.. tugasnya keduanya telah selesai.. dia berhasil menghasut pembunuhan pertama di bumi.. dan pikirannya mulai dibanjiri dengan ide-ide sederhana untuk terus menghasut manusia.. dan dia berjanji untuk tidak berhenti membawa pengikut sebanyak-banyaknya..

akhirnya hening.. tak ada suara lagi yang berarti.. pohon samurah itu mulai berdiri tegap.. padang rumput itu mulai menari ringan.. hanya binatang ternak yang menunduk meratap,  dan seorang pemuda yang berdiri dengan gemetar dan tersengal.. mereka sama-sama tidak tau tujuan..

dan pagi itu semakin  terang, angin mulai sepoi-sepoi dan semakin sepi.. hanya tinggal lima manusia di bumi.. dan waktu akan menjalankan tugasnya seperti biasa..

pagi itu terasa lebih dingin dari biasanya..

Iklan

Tentang Ivan

After graduating from school of architecture Institut Teknologi Bandung, Indonesia in 2006, he worked for almost three years in an emerging Singaporean young firm, Park associates Architect. He design several residential projects to build with the office and published in some renowned architecture magazines such as D A. Since 2009 he is the founder of ruang magazines, an online architecture magazine that deal with urban and social problems in Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s