Renungan Sebelum Ramadhan dari Seorang Perantau

Assalamualaikum Wr. Wb.

Argh.. 2-3 hari lagi ramadhan tiba, sementara pikiran, jiwa, dan raga sedemikian tersedotnya ke rutinitas sehari-hari. Mencari ilmu katanya, alibi yang netral dan cukup menenangkan (“Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (HR. Muslim)”), walau sebenarnya kadang diri merasa malu, karena ilmu hakiki itu tidak sedemikian pesat perkembangannya dibanding dengan melesatnya perkembangan ilmu yang satu ini.

Ilmu satu ini cenderung sangat riskan untuk membuat orang lupa diri dan membusungkan dada.. Ilmu hakiki yang tak pernah kupupuk itu hanya membuatku merasa kurang dan penuh cela.. Tapi ah.. Perenungan ego terkadang mengelus-ngelus diri untuk terlarut dalam euphoria penjelasan pameran teori-teori kompleks yang dapat membuat orang tertohok.. (walau sebenarnya kegunaan teori kompleks itu pun masih dipertanyakan, toh si pembuat teori itu sendiri masih dilahirkan ibunya, dan ketika mati tidak dapat menguburkan dirinya sendiri)… Sementara Ilmu hakiki, tidak mengajarkan konsep pameran dan busung dada, yang diajarkan adalah keselarasan antara kata dan perbuatan.. Dan kata-kata yang tidak dibarengi aksi konkrit adalah hampa dan tercela.. Tik.. tik.. tik.. waktu terus berdetik tanpa terganti, dan ku terus terlarut dan melarut dalam eksplorasi ilmu “itu”, kapan kiranya ku dapat berkomitmen pada eksplorasi ilmu hakiki.. ilmu yang mengenalkan diri pada diri.. bukan ilmu yang semakin membuat lupa diri.. semoga alibi bukan hanya alibi.. semoga ilmu “itu” dapat benar-benar memberi manfaat nyata bagi sesama.. bukan hanya mantra-mantra yang mempesona penonton yang juga sebenarnya bingung mengapa mereka harus terpesona.. mungkin karena sang pembaca mantra pernah bersekolah diluar negeri.. hahaha.. Dan semoga sang penyair tidak hanya pandai mempesonakan dengan mantranya, namun juga menghasilkan karya nyata.. amin.. (“Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat. (HR. Al-Baihaqi)”)

Ramadhan demi ramadhan berlalu, dan ah.. Sang Maha Kaya yang tak membutuhkan apapun dariku itu masih juga memberikan ku (insyaallah) kesempatan untuk bertemu bulan penuh bonusnya lagi.. Dikala kawan-kawan seprofesi bersukaria ketika libur musim panas tiba.. Euphoria bertemu bulan suci itu semoga tidak mengendur.. Banyak yang beralasan, “yah ini bukan di kampung halaman.. dimana suasana membuat kita semakin khusyu berpuasa..”. Hehehe… Bagiku, argumen itu sangat tidak masuk akal.. Mungkin pelempar argumen tidak pernah merasakan jatuh cinta.. Bila engkau mencintai seseorang, tak peduli dekat atau jauh, kau rasakan cinta itu dan kau selalu berantusias dan akan melakukan apapun untuk menunjukan cintamu.. Pertanyaannya, sebagaimana cinta diriku pada Sang Kekasih sejati.. Apakah benar-benar cinta.. atau cinta karena teman-teman mengkondisikan ku terlarut dalam euphoria itu..

Semoga kita tidak menyiakan kesempatan untuk mengekspresikan cinta kita pada Allah swt. Dan semoga alibi kita, adalah alibi yang benar, ilmu yang bermanfaat untuk sesama. Amin.. Bukan sedangkal perburuan gelar penyair yang dapat mengantarkan ke percepatan kenaikan pangkat.. hahaha.. (bercanda..)

(Rasulullah Saw menaiki mimbar (untuk berkhotbah). Menginjak anak tangga (tingkat) pertama beliau mengucapkan, “Aamin”, begitu pula pada anak tangga kedua dan ketiga. Seusai shalat para sahabat bertanya, “Mengapa Rasulullah mengucapkan “Aamin”? Beliau lalu menjawab, “Malaikat Jibril datang dan berkata, “Kecewa dan merugi seorang yang bila namamu disebut dan dia tidak mengucap shalawat atasmu” lalu aku berucap “Aamin.” Kemudian malaikat berkata lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama kedua orang tuanya tetapi dia tidak sampai bisa masuk surga.” Lalu aku mengucapkan “aamin”. Kemudian katanya lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan Ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya.” Lalu aku mengucapkan “Aamin.” (HR. Ahmad))

Selamat menunaikan Ibadah di bulan Ramadhan… Semoga ramadhan kali ini lebih baik dari ramadhan-ramadhan sebelumya..

Wassalamualaikum Wr. Wb.

MW

(insyaallah) muslim ๐Ÿ™‚

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s