renungan minggu ini

Bismillahirrahmanirrahim,

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, saya memulai tulisan ini. Baru seminggu berlalu  namun begitu banyak hal yang terjadi dalam durasi yang sempit ini, dari hal-hal yang telah direncanakan jauh hari hingga hal-hal tak terduga yang menyelip diantaranya. Buat saya pribadi, kejadian dalam seminggu ini membuat saya merasakan kebesaran Yang Maha Kuasa,  sementara saya sebagai manusia hanyalah makhluk lemah yang memiliki banyak keterbatasan.

Adalah mengenai intervensi. Sementara di kampus kami sibuk menyusun strategi intervensi yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat,  sebaliknya di kehidupan nyata kita menjadi manusia biasa yang mengalami dan menghadapi intervensi dari Rabbnya.

Cerita dimulai dari pengalaman saya dan seorang teman saya di negeri asing. Melalui kesempatan yang diberikan oleh kampus kami ditambah dengan segenap modal nekat, telah menghantarkan kami  pada daerah di timur Turki bernama Diyarbakir dengan perencanaan yang bisa dikatakan kurang matang. Selain area ini relatif rawan konflik karena perbedaan latar belakang politik dengan pemerintah pusatnya, sebagian besar warga Diyarbakir yang tidak dapat berbicara dalam Inggris. Hal ini mau tidak mau membatasi ruang gerak kami, apalagi kami di sini hendak melakukan penelitian.

Alhamdulillah rupanya Allah SWT  berkehendak lain, yang awalnya kami pikir akan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dan menemui orang penting rupanya justru sebaliknya. Kebetulan dan keberuntungan mewarnai hari-hari kami sejauh ini, sesuatu yang tidak mungkin dapat kami usahakan tanpa bantuan dariNya.

Suatu hari kami hendak membuat janji dengan kantor cabang pemerintah pusat dan kami pun mendatangi kantor tersebut. Pertama-tama kami bertanya pada petugas keamanan setempat. Namun dia tidak mengerti apa yang kami katakan, kemudian kami dibawanya pada sekumpulan orang yang berdiri mengobrol di depan kantor. Salah seorang dari mereka mengajak kami ke ruangannya lalu memanggil staffnya yang bisa berbicara dalam bahasa Inggris. Meskipun sebenarnya dia meminta prosedur yang berbelit sebelum dapat diwawancarai, namun  kami beruntung. Berhubung kami sudah berada di sana pada akhirnya kami mewawancarainya saat itu juga. Rupanya orang yang kami wawancarai itu adalah kepala kantor tersebut.

Itu adalah salah satu contoh kemudahan yang diberikan olehNya. Banyak lagi hal lain yang patut kami syukuri. Tentu manusia berusaha, namun tetap saja ada hal-hal diluar kemampuan dan kehendak kita di dalam kehidupan.

Intervensi rupanya dialami pula oleh sahabat kita Ivan, baru seminggu lalu bertemu dengannya sedang sibuk mempersiapkan presentasi akhir. Tiba-tiba kabar datang dari milis memberitakan bahwa ia dirawat di rumah sakit.

Ingatan saya kemudian bergulir pada kajian Alquran di BBAQ beberapa minggu yang lampau mengenai qadha dan qadar. Topik yang sulit untuk didiskusikan tanpa pemahaman yang kuat, begitu menurut yang lebih berilmu. Banyak pertanyaan ‘mengapa (harus demikian)’ bermunculan dalam pembahasan tersebut.

Dalam pemahaman saya, bahwa ada hal-hal yang berada di luar porsi manusia. Rencana milikNya tidak sesederhana yang kita pikirkan. Ia berbicara dalam kerangka waktu; masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Bisa jadi  jalan yang dipilihkan untuk kita adalah yang terbaik tidak hanya untuk kita, namun juga orang-orang lain disekitar kita. Terbaik untuk yang ada di masa kini,  masa yang akan datang, atau bahkan merupakan jawaban dari hal-hal yang terjadi di masa yang telah lalu. Jika sudah tiba waktunya, hikmah mengenai kejadian tersebut akan terungkap dengan sendirinya. Bagaimanapun Dialah yang Maha mengetahui apa yang ada di depan dan dibelakang. Bersabar, bersyukur dan shalat adalah sebaik-baiknya jalan untuk melaluinya. Ia menekankan pada salah satu suratnya (Al Inshirah1-8:94) ,  bahwa di balik kesulitan ada kemudahan. Maka dari itu, semangat untuk kita semua🙂

 “Bukankah kami telah melapangkan untukmu dadamu? (1) dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu (2) yang memberatkan punggungmu?(3) Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu (4) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5),
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan(6).

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7), dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (8). “

Wallahu a’lam bish-shawab


One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s