Shalat Tepat Waktu

-sebuah pelecut pribadi penulis agar bisa shalat dengan baik-

Bismillahirrahmannirrahim,

Sudah sewajarnya jika kita ingin selalu segalanya tepat waktu. Dan biasanya kita kan kecewa jika sesuatu yang kita inginkan tak datang tepat waktu.

Kita akan pasang tampang cemberut, ketika menunggu teman namun dia tak kunjung datang, padahal udah janjian. Para mahasiswa akan resah-gelisah jika kiriman beasiswa StuNed, NFP, World Bank, ADB (Ayah Dan Bunda), DIKTI atau beasiswa lainnya tak juga hadir di rekeningnya. Juga para penumpang pun dirugikan jika kereta atau pesawat yang akan ditumpanginya tidak sesuai jadwal atau delay.

Lalu apa yang akan terjadi jika kita shalat tidak tepat waktu? Apakah Allah SWT akan cemberut, atau gelisah, atau merugi?

Mungkin kita semua tak akan pernah tahu jawabnya.Tapi hal yang jelas adalah jika kita lalai dalam melaksanakan shalat, termasuk didalamnya tidak tepat waktu, maka kita termasuk orang-orang yang celaka. Seperti yang disebutkan dalam firman Allah SWT berikut:

 ”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya”.(QS. Al-Maa’uun(107):4-5).

Allah SWT memang menjanjikan pahala dan kemudahan dalam segala urusan bagi orang yang mengerjakan shalat. Namun ada persyaratannya. Jadi bila syarat tersebut tidak terpenuhi maka yang diterimanya bukan pahala, apalagi kemudahan, melainkan malah kesengsaraan. Karena rahmat Allah akan menjauh darinya. Inilah yang dimaksud kecelakaan dalam ayat diatas. Allah SWT memerintahkan ’mendirikan/menegakkan ’ shalat (aqooma – yuqiimu ) bukan sekedar ’melaksanakan’ shalat ( sholla – yusholli).

Kata saahuun yang artinya lalai maksudnya adalah mengabaikan shalat, termasuk diantaranya adalah shalat tidak tepat waktu atau mengakhirkan shalat (tidak meng-awalkannya) tanpa alasan yang dapat diterima.

Namun jika kita melaksanakan shalat tepat waktu berarti kita melaksanakan salah satu amalan yang sangat disukai Allah SWT. Seperti keterangan hadits dibawah ini:

Dari Ibnu Mas’ud Ra berkata: Aku bertanya kepada Nabi saw, “ Amal apakah yang paling disukai Allah ?” Beliau bersabda,” Shalat tepat waktu.” Aku bertanya,” Kemudian apa lagi ?” Beliau bersabda,” berbuat baik kepada kedua orang tua.” Aku bertanya,” Kemudian apalagi?” Beliau bersabda,” Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari-Muslim)

Mendirikan shalat lima waktu adalah salah satu hal yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh segenap umat muslim, bukan hanya sebagai rutinitas belaka. Menjadi hal yang sangat ironis apabila kita selalu bersemangat dan tepat waktu untuk menonton siaran langsung sepakbola, atau menonton serial favorit di TV, namun di saat tiba waktu shalat, susah sekali kita untuk memenuhinya.

Waktu shalat ditandai dengan adzan yang berkumandang. Saat itulah shalat harus segera dilaksanakan. Rasulullah saw menganjurkan umatnya untuk menyegerakan shalat.

Dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda, “Barangsiapa mendengar panggilan adzan namun tidak mendatanginya, maka tidak ada sholat baginya, terkecuali karena udzur (yang dibenarkan dalam agama).” (HR Abu Daud, Ibnu Majah)

Shalat tepat pada waktunya mampu membangun prestasi ibadah kita.

Dalam sabda Rasulullah saw, “Amalan yang pertama dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat ialah sholat. Jika sholatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya, sebaliknya jika sholatnya jelek, maka jeleklah seluruh amalnya.” (HR. Thabrani).

Maka, jika shalat seseorang itu baik, ia akan beruntung dan selamat, akan tetapi jika shalatnya kurang baik maka ia akan merugi. Orang yang mengerjakan shalat tepat pada waktunya tidak hanya beruntung dan selamat di hari akhir, tapi juga berpengaruh pada kehidupannya di dunia. Dengan shalat tepat waktu, ia akan menjadi terbiasa tepat waktu dan disiplin dalam seluruh kegiatannya yang lain. Seperti yang kita tahu, bahwa disiplin adalah salah satu kunci meraih kesuksesan.

Maka pertanyaan bagaimana caranya agar kita menjadi pribadi yang sukses dunia akhirat dapat dijawab dengan mudah, yaitu dengan shalat tepat waktu. Insya Allah.

Yang benar datang dari Allah SWT, kesalahan berasal dari kehilafan penulis.

Schiedam, 7 Juli 2011

Dudy Fredy

Sumber gambar dan tulisan:

Iklan

Tentang dufre

A husband and father, a chemical engineer graduated from Bandung Institute of Technology, the one who believes that learning will keeping you stay young.. :)

One comment

  1. Subhanaullah infonya sangat bermanfaat skali bagi sy agar lebih baik lgi dlm menunaikan ibadah sholat… Syukron ats infonya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s