Pulsa Kehidupan

Halooo…..Aduuuuuh…..pulsa hape gw abis nih..”

Jaman sekarang dimana hampir semua orang punya hape sering kita dengar ada teman atau sodara kita yang ngomong kayak gitu.. Hape bukan lagi sekedar alat untuk berkomunikasi tapi sudah menjadi bagian gaya hidup dan berangsur-angsur menjadi salah satu kebutuhan primer. Hampir setiap hari ada iklan hape yang menawarkan berbagai macam fitur baru, ada yang dilengkapi dengan camera, dilengkapi dengan games, bisa buat dengerin musik dan tentunya bisa dengan mudahnya terkoneksi dengan internet.

Setiap hari di perjalanan pergi dan pulang dari kantor aku perhatikan mayoritas penumpang train sibuk dengan hapenya. Masing-masing mempunyai dunia sendiri tanpa peduli dengan kesibukan orang lain yang ada di sekelilingnya.

Kehidupan kita juga seperti itu ketika kita anggap kehidupan kita sebagai hape dan umur kita sebagai pulsanya.

Setiap manusia diberi jatah 24 kredit sehari alias 168 kredit dalam seminggu. Kita hanya perlu makan dan minum untuk me-recharge batere “hape” kita agar hape kita tetap bisa digunakan. Kita bisa menggunakan hape kita untuk melakukan aktifitas yang kita mau. Kita bebas menentukan kehidupan apa yang akan kita jalani.

Tapi manusia sering lupa bahwa pulsa kehidupannya terbatas. Kita sering lupa jumlah pulsa kehidupan kita tidak bisa ditambah karena semuanya telah ditentukan oleh Allah SWT. Ketika bayi dilahirkan dari rahim ibunya, ketika itulah pulsa kehidupannya dimulai dan tidak akan berhenti sampai suatu saat pulsa itu habis ketika ajal datang yaitu saat berpisahnya ruh dari jasadnya, berpisahnya kita dari kehidupan dunia yang fana dan memulai kehidupan baru di alam kubur.

Sudah 33 tahun aku habiskan pulsaku dan hari ini adalah hari terakhir sebelum besok aku mulai menggunakan pulsa ke 34 tahunku. Tapi tidak ada jaminan aku tetap mendapatkan pulsa untuk besok. Hidup hanya sebentar dan penyesalan akan kesalahan di masa lalu tanpa berusaha memperbaikinya hanya sebuah tindakan sia-sia.

Allah SWT sudah mengingatkan kita:

Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS Al ‘Ashr ayat 1-3)

Merugilah kita sebagai seorang muslim jika kita tidak menggunakan pulsa kehidupan kita untuk beribadah kepada-Nya sesuai tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan kita.

June 2011, cloudy day in Leiden

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s