Hijrah dari Openbare Basisschool ke Islamitische basisschool

“Jingle bells, jingle bells, jingle all the way,

Oh what fun it is to ride in a one-horse open sleigh, hey,
Jingle bells, jingle bells, jingle all the way”

 

dengan riangnya Mufid bernyanyi, si sulungku yang sekarang berumur 5 tahun. Dan setiap mendengar itu, dengan tidak bosan-bosannya Papanya Mufid bilang “Fiiiid itu lagunya orang Kristen, jangan dinyanyiin lagi yaa”. Mufid jawab, “OK Pa”. Belum hitungan menit terdengar lagi nyanyian Mufid

“We wish you a Merry Christmas;
We wish you a Merry Christmas;
We wish you a Merry Christmas and a Happy New Year”

 

Kembali sang Papa bilang “Fiiidd lagu ini juga ga boleh, itu lagu orang Kristen”. Mufid langsung jawab dengan agak cemberut “OK Pa”.  Tapi tetap saja tanpa disadari Mufid selaluuuu nyanyiin lagu ini, karena disekolahnya selalu dinyanyikan lagu ini bersama-sama sejak pertengahan November sampai awal Januari.

 

Suatu hari pulang sekolah Mufid teriak “Maaa tadi Fid ketemu Sinterklas, dia baik bangeett, peluk Mufid, gendong Mufid dan dia ngasih Mufid kado ini isinya LEGO. “Mufid pengen jadi Sinterklas, besok tolong beliin Mufid costum Sinterklas ya Ma dan costum Pieten (kaki tangannya Sinterklas)”. Pernah juga Mufid merengek-rengek minta dibeliin pohon natal kayak dirumah temannya, dan dia pengen menghias pohon natalnya dengan pernak pernik yang dia buat disekolah. Memang benar, sewaktu aku liat di kelas Mufid, memang banyak sekali assesories natal yang dibuat anak-anak dalam rangka mempersiapkan perayaan Natal 2011. Bahkan anak-anak sibuk membuat kartu natal yang bagus-bagus untuk dikirim ke teman-teman dan keluarga. Mufid pun tidak ketinggalan dalam kegiatan ini. Bagus sekali kartu natal buatan Mufid, dan dia ingin sekali mengirim kartu ini buat teman-temannya dan keluarga di Indonesia. Tapi sekali lagi Mufid harus menerima kenyataan kalau kita ga boleh ngucapin natal.

 

Demam Chritsmas berlalu, plong rasanya semua yang berbau natal mulai hilang disekolah Mufid. Tetapi ternyata demam demam selanjutnya sudah menunggu, bulan February Mufid disibukkan dengan persiapan Valentine day,  dilanjutkan dengan April mop dan yang terakhir Pasendag (hari paskah).

Ya Allah, kami mulai berpikir, apakah ini yang kami inginkan dari kepindahan kami ke Belanda ini? Bagaimana dia besar nanti kalau landasan agamanya tidak kuat? Apa harus mengorbankan pendidikan anak kami yang tadinya sudah sangat bagus? Ya, sejak Mufid umur 3 tahun, dia sudah sekolah di International Islamic School Kuala Lumpur. Mufid tidak pernah bersentuhan dengan simbol2 agama lain, selain Islam. Sampai sampai suatu hari sewaktu jalan-jalan di suatu mall, dia teriak dengan lantangnya  “Ma kok toko itu jual tarzan ya,emang ini toko mainan? Aku bingung karena toko itu toko Rohani Kristen. Mufid menunjuk-nunjuk tarzan yang dia maksud “Itu looo patung yang ga pake baju yang tangannya di pakuin ke kayu kayak tanda plus itu looo Ma”  dengan cepat aku tarik Mufid menjauhi toko itu karena takut kedengaran orang banyak, dan didalam hati sambil ketawa aku berkata “duuh lugunya anakku, Jesus kok dibilang Tarzan”. Tapi sekarang, sejak kepindahan kita ke belanda dan Mufid masuk sekolah dasar (Openbare Basisschool) jadi sangat akrab dengan simbol simbol tersebut dan bahkan ikut merayakan hari besar agama lain.

Mufid bertambah senang bersekolah disini, setiap pagi dengan semangatnya mengayuh sepedanya menuju sekolah untuk bertemu teman2nya dan Jufvrouw (teacher)nya. Disisi lain kami sebagai orang tua bertambah khawatir dengan membiarkan Mufid tetap bersekolah disini. Di sekolah Mufid yang di Kuala Lumpur, setiap pagi selalu membaca surat-surat juz amma bersama-sama sebelum memulai pelajaran, membaca doa sebelum makan dan sholat zuhur berjamaah, belajar bahasa Arab dan membaca Alquran. Berhubung itu semua tidak didapatkan Mufid di sekolah sekarang, maka aku dan suami berusaha sekuat tenaga untuk mengajarkan itu semua. Tetapi kami tetap merasa khawatir dengan pengetahuan Mufid tentang Islam. Pelajaran agama harus ditanamkan sejak dini sebagai landasan anak bila dewasa nanti.  Bagaimana Mufid nanti akan menjadi seorang imam bagi orang-orang yang bertakwa kalau tidak dididik sejak dini.

QS al furqan : 74

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami kesenangan hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

 

QS. At Tahrim: 6 :

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalumengerjakan apa yang iperintahkan.”

 

Sampai suatu hari Allah maha pengasih dan penyayang, Dia menunjukkan jalan untuk kami. Alhamdulillah, suamiku mendapat kesempatan kerja yang lebih bagus dikota lain yang cukup jauh dari rumah sekarang dan mengharuskan kami untuk pindah rumah. Sehingga kesempatan baik lah untuk kami mencari sekolah Islam untuk Mufid.  Alhamdulillah mulai Agustus nanti Mufid mulai sekolah di sekolah Islam (Islamitische basisschool). Walaupun dengan berat hati Mufid meninggalkan teman-temannya disekolah yang sekarang, tetapi kami yakin dengan keputusan ini. Semoga keputusan ini adalah keputusan yang diridhai Allah demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik untuk anak kami dan semoga nantinya dia bisa menjadi anak yang sholeh yang bisa mengirimkan doa untuk kami nanti dialam baqa, amiin.

 

“Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak shaleh yang mendo’akannya.”

(HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

 

 

 

 

Iklan

4 comments

  1. Assalamualaikum uni Dewi 🙂

    uda Mufid anak yg pinter, pasti cepat menyesuaikan diri lagi dengan sekolah baru, apalagi semua temen2 baru ntar adalah anak saleh, amin 🙂

    Mau share pengalaman ku waktu kecil dulu. kita sekeluarga tinggal di kota kecil Padang Panjang, rumah ku sebelahan persis ama komplek gereja Katholik, tetangga-tetangga ku suster-suster & pastor gereja. Tempat mainku hari-hari ya di gereja itu… aq punya privilege sendiri di sana. seingetku setiap ada acara, aq pasti jadi tamu kecil kesayangan, dibanjiri kado dan makanan, aq juga diijinin ikutan “mengajar” alias coret2 papan tulis saat suster & pastor mengajar di sekolah minggu. Karena mama & papa bekerja, aq di rumah cuma ama tante pengasuh yg juga sekaligus bantu2 di rumah, ketambahan lagi aq anak nya anteng suka nurut klo diajak pergi, praktis aq jadi anak kecil di lingkungan itu yang dengan mudah “diboyong” masuk lingkungan gereja. kyk nya waktu kecil aku terbiasa bgt dgn semua kegiatan di gereja, orgen gereja, smua-smua…

    Nah, mama sama kyk uni Dewi 🙂 akhirnya umur 3 tahun aq “dikirim” ke sekolah Islam Aisyiah yg letak nya persis di depan gereja 🙂 jadi murid paling kecil, anak bawang. praktis semenjak itu aq sibuk dengan temen2ku di sekolahan & putus hubungan dengan gereja hehehe 😀 kecuali bbrp kali suster-suster nya teteup mampir & kirimin aq makanan 🙂 Pas pindah ke padang, aq didaftarin k TPA, masih sistem surau gitu, zaman dulu. satu hari diajarin satu ayat, diulang-ulang baca nya, 1 ayat dari abis magrib sampai menjelang isya, sampai bacaan nya bener 🙂

    Ga tau juga ya, un.. anak kecil emang gampang bgt “disisipin” ajaran2 seperti ajaran agama lain. dan itu membekas mpe gede. aq sendiri ngrasa bgitu. Smoga uda Mufid betah di sekolah baru nya, kan bisa belajar agama ama temen-temen baru, di sekolahan yg lama pasti engga ada kan ya? Smoga uda Mufid & Didi jadi anak yg saleh & saleha ya, amin 🙂

  2. Semoga Mufid menjadi anak yang shalih :). Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa membimbing Mas Yopi dan Mbak Dewi dan kita semua untuk membimbing putra-putri kita dalam menggapai ridha-Nya. Allahumma Amin.

  3. Buat Deary dan Heri,

    Terima kasih doanya buat Mufid dan buat kita semua. Semoga kita bisa memberikan landasan agama yang terbaik buat anak-anak kita sejak dini. Landasan agama yang kokoh sejak kecil akan menuntun mereka ke jalan yang baik dimasa mereka dewasa kelak dalam menghadapi zaman sekarang yang pasti lebih berat tantangan nya dibandingkan zaman kita sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s