Sahabat, kirimi aku doa…

Beberapa hari lalu, di pojok wall facebook ku tertulis notifikasi yang kira-kira isinya mengingatkan aku untuk “stay connect” dengan salah satu temanku. Mungkin pengelola facebook tau (pinter yakk 🙂 ) klo aq udah lama ga berkunjung ke tembok miliknya. Iya, udah lama sekali… Bukan karena kita tidak terlalu dekat (kita tetanggaan kelas selama 2 tahun waktu di SMA dulu, ga lebih dari itu), bukan pula karena newsfeed nya tidak pernah muncul lagi di tembok ku. Tetapi karena almarhum sudah dua tahun berpulang, hingga nyaris tak ada kabar apa-apa lagi dari account facebook nya.

Notifikasi itu mengalihkan perhatianku dari newsfeed lainnya, dan terus ku-klik namanya. Kubaca postingan-postingan di temboknya. Subhanallah… setelah hampir dua tahun lebih, tetap banyak doa yang ditulis teman-teman untuknya di tembok itu, mendoakannya pada hari milad nya, mendoakan nya pada hari peringatan saat kecelakaan itu terjadi. Ya, teman ku itu berpulang saat bertugas, Bandung, April 2009,  kecelakaan pesawat Fokker-27 milik AURI…

Memang, seorang mukmin hendaknya mendoakan saudaranya sesama mukmin bahkan yang sudah meninggal dunia.

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang’.” (QS Al-Hasyr [59]:10).”

Questions to self:

Mungkin tak akan orang lain berdoa buat kita, dan mungkin kita terhalang untuk mendapatkan doa dari orang lain jika semasa hidup kita punya record yang buruk di mata teman-teman dan keluarga? Seberapa baik silaturahmi kita dengan keluarga, tetangga dan teman hingga kita merasa pantas berharap mereka mendoakan kebaikan buat kita?

Begitu banyak doa yang tertulis di tembok facebook almarhum hingga dua tahun kepergiannya. Benar-benar membuatku “berkaca”, cukup baik kah silaturahmi ku kepada teman-teman ku? Banyak salahku, banyak khilafku, banyak sikap dan perbuatanku yang pasti tidak mereka sukai… Hingga kelak, jika tiba waktuku, akan kah mereka berkenan mendoakan kebaikan untuk ku?

Buat almarhum, semoga Allah menerima segala amal ibadahmu, semoga Allah mengampuni semua dosamu, semoga Allah melapangkan kuburmu dan menjauhkanmu dari azab.. amin ya Rabb…

Rotterdam, menjelang subuh.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s