Jilbabku Tetap Berkibar di Negeri Penjajah

Assalamualaikum,

Ini sekedar catatan kecil ku tentang jilbabku…

“Loh? Udah engga pake jilbab sekarang, nak?”, begitu mama sering bertanya setiap kali aku menemui beliau di skype. “Ya masih pake lah, Ma! Ini kan di rumah aja”. Mungkin beliau kawatir, jangan-jangan anak nya setelah jauh dari rumah malah melepas jilbab nya, apalagi di negeri Belanda, negeri yang mengizinkan pernikahan antar sesama jenis (apa hubungan nya hehehe…)

Lain lagi pertanyaan teman-teman non muslim ku di kampus soal jilbab ini. Pernah teman Chinesse ku mencegatku hanya untuk sekedar bertanya kenapa cara ku memakai jilbab berbeda dengan cara teman-teman lain memakai nya. Ku jelaskan secara singkat pada nya tentang beberapa cara memakai jilbab, dan mengapa style memakai jilbab itu kadang engga sama. Aku jelaskan pada nya bahwa perempuan muslim itu boleh tampil modis asalkan engga menyalahi aturan. Pernah juga teman ku yang dari Peru bertanya, kenapa tidak semua perempuan muslim memakai jilbab? Hmmm.. Agak susah menjawabnya, tapi akhirnya dengan saling melengkapi, aku dan beberapa teman yang waktu itu di sana menjawab bahwa “memakai jilbab atau menutup aurat itu wajib hukum nya, dan jilbab itu seperti kartu identitas bahwa kami yang mengenakan nya adalah muslimah, tetapi di dalam agama kami tidak ada paksaan, semua orang punya hak untuk memilih karena nanti masing-masing juga akan bertanggung jawab terhadap diri nya di hadapan Allah”. Semoga jawaban kami waktu itu tidak salah.

Lain waktu, beberapa teman perempuan dari negeri Afrika datang hendak mengerjakan tugas di rumah. Karena perempuan semua, tanpa memakai jilbabku (tetapi tetap berpakaian rapi tertutup), kubukakan pintu untuk mereka waktu itu. Hahaha.. sungguh lucu melihat tatapan kagum dan heran mereka, sekaligus jengah… Mereka bilang “You look so beautiful without your scarf, your hair is perfect!”.. Oh dear friends, i know i am not that beautiful hehehe 😀 dan aku lebih pede dengan jilbab ku karena pipi tembemku jadi agak tirus karena setengah nya tertutup rapi jilbab ku hehehe 😀 Well, tidak hanya pujian itu, mereka juga menodongku dengan beberapa pertanyaan seperti: kenapa kalau di rumah boleh tidak memakai jilbab? kenapa cowok-cowok di kampus engga boleh melihat ku tanpa jilbab? Hmmm.. susah menjelaskan nya teman, karena menjelaskan nya harus dalam bahasa Inggris 😉

Jawaban nya ada di ayat suci Al Qur’an, surat An-Nur:31, yang artinya :

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. dan janganlah menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung”

Begitu detail nya Allah “melindungi” seorang perempuan dengan jilbab nya…

Pertanyaan-pertanyaan seputar jilbab tak hanya datang dari teman-teman yang non muslim kok.. Pernah seorang teman bercerita tentang keraguan sekaligus keinginan nya untuk mengenakan jilbab, menutup aurat nya. Aku sama, dulu sebelas tahun yang lalu aku juga dalam fase yang sama, ingin menutup aurat ku tetapi juga ragu. Ragu karena sepertinya kok jadi engga bebas lagi, jadi banyak tuntutan, mesti jaga tingkah laku, pokoknya takut bakalan terkekang karena jibab itu.. Tetapi kemudian keinginan untuk mengenakan jilbab itu pun hilang dan muncul lagi, hilang dan muncul lagi… Hingga akhirnya, hari itu entah darimana keberanian itu, mendadak saja kuputuskan untuk menutup auratku, alhamdulillah hingga sekarang. Kembali kepada teman ku yang ingin mengenakan jilbab itu.. ku katakan saja kepada nya bahwa mungkin keinginan nya untuk berjilbab itu yang disebut hidayah, dan hidayah itu akan hilang kalau kita mengabaikannya.. Aku memang tidak terlalu mengerti tentang hidayah, tapi sepengetahuan ku hidayah itu adalah petunjuk dari Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya… sayang sekali bukan kalau petunjuk itu hilang ?

Dan pertanyaan lain (mungkin lebih tepatnya sebuah pernyataan) bahwa bukan kah cukup dengan menjaga hati tanpa harus mengenakan jilbab? Kemudian kuingat sebaris kalimat dalam tulisan seorang teman, teh Intan, yang juga pernah kukutip dalam sebuah catatan di tembok facebook ku.

“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke surgaNya tanpa jilbab menutup auratmu?”   Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”

Pernah ada kejadian lucu tetapi juga menegangkan soal jilbab ku di Rotterdam sini (https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150257408510712, silahkan baca note di tembok fb ku yaaa). Well, maaf sudah berpanjang lebar tak jelas begini di sini soal jilbab.. tetapi insya allah, jilbab itu akan menjadi “pagar” dan “pengingat” agar diri jauh dari hal yang dimurkai Allah (walau khilaf tetap milik manusia…), apalagi saat tinggal di negeri penjajah ini, negeri yang kata orang begitu banyak temptation nya 🙂

Sudah jam 2 dini hari, sudah saat nya aku kembali menulis thesis ku.

Wassalam…

Iklan

2 comments

  1. Ada cerita yang pernah saya baca dari sebuah artikel yang ditulis oleh Al Ustadz Firanda tentang persaksian seorang laki-laki yang telah Allah selamatkan dari tenggelam pada kecelakaan kapal “Salim Express”. Dia menceritakan kisah istrinya yang tenggelam dalam perjalanan pulang dari menunaikan ibadah haji. Ketika itu orang-orang berteriak-teriak, “kapal akan tenggelam”, maka sang suami berteriak kepada istrinya …“ayo cepat keluar!”. Istrinya pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar sampai aku memakai hijabku dengan sempurna”. Suaminya pun berkata,” inikah waktu utk memakai hijab??? Cepat keluar! Kita akan mati”. Maka istrinya pun menegaskan, “Demi Allah aku tidak akan keluar kecuali jika telah kukenakan hijabku dengan sempurna, seandainya aku mati aku pun akan bertemu Allah dalam keadaan mentaati-Nya”. Maka dia pun memakai hijabnya dan keluar bersama suaminya. Maka ketika semuanya hampir tenggelam, sang istri memegang suaminya dan berkata, “Aku minta engkau bersumpah dengan nama Allah, apakah engkau ridho terhadapku?” Suaminya pun menangis. Sang istripun berkata, ”Aku ingin mendengarnya!” Maka suaminya menjawab, “Demi Allah aku ridho terhadapmu.” Maka wanita tersebut pun menangis dan berucap ”Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah”, senantiasa dia ulangi syahadat tersebut sampai tenggelam. Suaminya pun menangis dan berkata, “Aku berharap kepada Allah agar mengumpulkan aku dan dia di surga”.
    Semoga cerita ini dapat diambil manfaatnya.

  2. Subhanallah… smoga Allah mengumpulkan mereka di surga Nya, amin.
    salut ya, dlm keadaan seperti itu masih teguh mengenakan hijab nya.

    o iya, sbg info buat temen2 yg pingin nyari jilbab di sini, aq nemu bberapa toko yg jualan jilbab dan perlengkapannya di rotterdam sini 🙂 toko pertama ada di depan halte kedua setelah halte tram wah nam hong, nama toko nya klo ga salah Nur. di sini bisa sedikit tawar menawar. tp pilihan kerudung nya engga banyak kyk di indo karena customer nya (muslimah turki & arab) seneng nya ama jilbab2 warna polos. nah klo mau jilbab yg bercorak, cari nya ke toko jilbab marocco aja (karena muslimah marocco seneng nya pake kerudung bermotif), atau scarf2 yg di toko2 baju di centrum juga bisa disulap jadi jilbab 🙂

    nah toko yg kedua dan ketiga ada di pijnackerstraat.
    toko yg kedua pilihan nya lumayan beragam, toko nya (sebelah kiri jalan) persis di depan toko van Maastright (yang punya tante ety, WNI keturunan tionghoa), bisa nawar juga. tapi yg punya toko engga bisa bahasa inggris, jadi hafalin deh angka2 dalam bahasa belanda 🙂
    toko yang ketiga ada diujung jln pijnackerstraat (sebelah kanan jalan), depannya slagerij halal. yang punya toko mbak muslimah yg cantik dan ramah bgt, bisa bahasa inggris pula 🙂 klo beli banyak bisa dapet diskon sampai 30 %. jadi janjian aja sama temen buat beli kerudung nya 🙂

    info lagi, selain ada 2 toko jilbab, di jln pijnackerstraat ini juga ada beberapa slagerij halal dan toko coklat homemade yg inysa allah juga halal 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s