Persiapan Perjalanan Abadi

Kehidupan di dunia adalah bagian dari perjalanan menuju kampung akhirat. Di sini kita mengumpulkan bekal untuk menjalani kehidupan di akhirat yang kekal. Kehidupan yang fana di dunia ini pasti akan berakhir. Ada kiamat besar ada kiamat kecil. Kematian merupakan kiamat kecil bagi seseorang. Apa yang kita persiapkan untuk menyambut datangnya kiamat kecil yang pasti kedatangannya? Apa yang kita persiapkan untuk menghadapi ujian setelahnya?

Ketika kita menuntut ilmu di suatu institusi pendidikan, ujian/evaluasi pasti akan dilakukan untuk menguji sejauh mana kemampuan kita dalam memahami materi yang sudah diberikan. Hal ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan itu sendiri yakni membekali kita dengan ilmu dan keterampilan pada bidang tersebut. Sang pengajar sudah memberikan gambaran kepada kita tentang bentuk dan materi apa saja yang akan diujikan, tempat dan waktunya pun juga sudah ditentukan. Semuanya jelas. Ketika bentuk evaluasi tersebut berbentuk paper atau karya tulis singkat maka panduan penulisannya pun juga sudah diberikan secara gamblang, batas waktu pengumpulannya pun sudah ditentukan. Tidak ada yang samar sedikit pun. Apa yang biasanya kita lakukan untuk menghadapi ujian tersebut? Ketika kita menginginkan hasil yang terbaik, maka tentunya kita akan belajar tentang materi-materi yang sudah diberikan, mencoba mengingat-ingat kembali apa saja yang sudah diberikan. Apabila karya tulis yang kita kerjakan ingin mendapatkan poin yang tinggi tentulah kita mencurahkan waktu ekstra untuk membuat karya tulis yang berkualitas. Kita kumpulkan referensi yang relevan untuk mendukung tulisan kita tersebut. Waktu, tenaga, biaya dan pikiran kita curahkan untuk bisa lulus dengan hasil terbaik pada saat ujian tersebut.

Walhasil, waktu ujian tiba dan segala persiapan kita keluarkan untuk menghadapinya. Tak berapa lama hasil ujian pun akan kita dapatkan. Ketika hasilnya sesuai dengan harapan maka kita bersyukur akan hasil tersebut. Seandainya hasilnya kurang memuaskan, kemungkinan ujian kembali masih bisa kita dapatkan. Seandainya gagal lagi dalam ujian selanjutnya..this is not the end of the world. Life must go on. Lanjut!!!

===============================================================================

Bagaimana seandainya sesuatu yang pasti datang itu adalah ajal. Siapakah yang menolak akan kedatangan ajal?

“Setiap yang bernyawa itu pasti akan mengalami kematian.”(QS. Ali ‘Imran: 185)

Apabila kita mengambil pelajaran (ibroh) dari lingkungan sekitar, tentu kita tidak dapat mengingkari akan datangnya ajal. Tua, muda, kaya, miskin, penguasa, rakyat jelata, orang dewasa, remaja, anak-anak, bayi, bahkan janin yang belum lahir pun lazim kita saksikan menghadap Sang Khalik.

Apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapinya? Bagaimana kita mengetahui ujian apa yang akan kita hadapi di alam kubur? Bagaimana kondisi kita ketika malaikat maut datang?

Dalam masalah mengimani adanya nikmat dan adzab alam kubur ini, manusia mungkin akan terbagi menjadi tiga golongan.

  1. Golongan orang yang mengetahui dan kemudian beriman. Golongan ini tahu dan yakin akan adanya nikmat dan adzab kubur. Meskipun sudah tahu dan beriman golongan ini pun merasa takut untuk menghadapi fitnah (cobaan) di alam kubur. Golongan ini senantiasa berdoa semoga Allah SWT memberikan keteguhan. Dan Rasulullah saw berdoa dalam shalat beliau untuk berlindung dari adzab kubur. Rasulullah saw berdoa. Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita berdoa di dalam setiap tasyahud akhir shalat kita. Doa memohon perlindungan kepada Allah dari empat hal. Jika salah seorang diantara kalian duduk dalam tasyahud akhir, maka hendaklah dia berlindung kepada Allah dari empat perkara. Hendaknya dia berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah hidup dan mati serta jeleknya fitnah Dajjal. (Hadits Riwayat Muslim).
  2. Golongan orang yang mengetahui akan tetapi tidak mau beriman. Ketika disampaikan tentang hal ini mungkin mereka akan berkelakar, memangnya kamu sudah mengalami kematian? Apa buktinya? Tentunya tidak ada yang bisa kita sampaikan selain ucapan ‘Sesungguhnya kita sama-sama menunggu’.  Dan tatkala satu per satu bukti-bukti itu tampak di depan mata, bisa dibayangkan bagaimana kengeriannya. There is no way back!
  3. Golongan orang yang tidak tahu dan otomatis tidak beriman. Mengenai golongan yang ini mungkin bisa merujuk ke artikel berikut ini. Wallahu a’lam.

Apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapinya? Apa yang akan kita hadapi di alam kubur?

Mungkin banyak diantara kita enggan untuk membicarakan masalah ajal ini. Mungkin kita takut dikarenakan kurangnya persiapan. Mungkin kita takut untuk membayangkan kengerian-kengeriannya. Mungkin juga tidak mau tahu karena terlena oleh nikmatnya dunia. Mungkin ada yang merasa yakin bahwa bekal yang dimiliki sudah dirasa cukup. Atau mungkin ada yang percaya bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian.

Sebagai seorang muslim kita harus meyakini akan adanya nikmat dan adzab kubur. Iman kepada perkara ghaib merupakan diantara kewajiban terbesar bagi seorang Muslim. Dan diantara iman kepada perkara yang ghaib ialah iman kepada setiap keterangan yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya yang menerangkan tentang apa yang akan terjadi setelah datangnya kematian, yaitu apa yang akan kita alami di alam kubur kelak.

Dalil tentang adzab dan nikmat kubur

Dalil dari Al Qur`an

Ibnu Qayyim berkata, “Nikmat dan adzab alam Barzakh tersebut di dalam Al Qur`an lebih dari satu tempat.”

Allah berfirman: “Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. (Qs. Al Mukmin (Ghafir): 45-46)

Allah Ta’ala menyampaikan kepada mereka, bahwa mereka kelak akan disiksa pada hari Kiamat jauh lebih keras siksaanya dari siksaan yang terdahulu yaitu ketika mereka berada di dalam kubur, secara pasti. Alasannya, sebagian mereka telah mati dan tidak pernah merasakan siksaan di dunia, maka ini berarti menunjukkan adanya siksa kubur.

Dalil-dalil dari As Sunnah

Dari Bara` bin ‘Azib ra, ia berkata, “Pada suatu saat aku pergi bersama Rasulullah saw mengantarkan jenazah seorang sahabat dari kalangan Anshar. Ketika jenazah tiba di kuburan, ternyata kuburannya belum dibuatkan liang lahad. Kemudian Rasulullah saw duduk mengahadap kiblat dan kami pun duduk di sampingnya, seakan-akan di atas kepala kami ada seekor burung dan di tangan beliau tergenggam tongkat yang menancap ke tanah. Rasulullah saw mengarahkan pandangannya ke langit dan menundukkannya lagi ke tanah. Rasulullah saw melakukannya sampai tiga kali, seraya bersabda, “Mohonlah perlindungan kepada Allah swt dari adzab kubur.”

Rasulullah saw menyerukannya dua kali atau tiga kali. Kemudian Rasulullah saw berdo`a:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” Beliau membacakannya tiga kali.

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin, jika ia terputus dari kehidupan dunia lalu menuju kehidupan akhirat, niscaya akan turun kepadanya malaikat dari langit dengan wajah yang putih bersinar, sehingga seakan-akan wajah mereka ialah matahari, dimana mereka membawa kain kafan dan kamper dari surga dan mereka duduk sejauh mata memandang, tidak lama kemudian datang malaikat maut dan duduk di samping kepalanya, seraya berkata, “Wahai ruh yang baik –di dalam riwayat yang lain: ruh yang tentram –keluarlah kamu menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.” Rasulullah saw bersabda, “Kemudian ruh itu keluar menetes bagaikan tetesan air yang keluar dari mulut cerek, dan malaikat maut mengambilnya di dalam riwayat yang lain: hingga ketika ruh itu keluar- maka setiap malaikat yang ada di antara langit dan bumi dan juga setiap malaikat yang ada di langit mendo`akannya, kemudian dibukakan baginya pintu-pintu langit, dan tidak ada satu pun malaikat penjaga pintu langit kecuali mereka berdo`a kepada Allah supaya menaikkan ruhnya dari arah mereka.

==================================================================================

Seandainya dalam menghadapi urusan dunia saja kita mempersiapkan diri dengan persiapan terbaik, maka untuk urusan akhirat sudah barang tentu persiapan yang kita lakukan harus lebih baik lagi.

Apa yang harus kita persiapkan? Amal ibadah yang ikhlas semata mengharap ridha Allah swt dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.

Sungguh Rasulullah saw sudah mengabarkan kepada kita dimana dan kapan ujian akan dilaksanakan, siapa pengujinya, materi apa yang akan diujikan dan apa balasan bagi yang lulus dalam ujian tersebut. Semuanya telah jelas bagi orang-orang yang beriman, semoga kita semua menjadi golongan orang-orang yang beriman tersebut. Allahumma Amin.

Sebuah riwayat yang disebutkan Ibnu Hibban dalam Shahihnya, dan juga oleh Al Hakim dalam Al Mustadraknya, menyebutkan, diriwayatkan dari Abu Hurairah dalam Al Musnad dan lainnya, serta yang diriwayatkan Abu Hatim bin Hibban dalam Shahihnya dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi SAW bersabda,

Waktu dan tempat ujian:

“Sesungguhnya jika mayit telah diletakkan di kuburnya, mampu mendengar suara sandal mereka (yang menguburnya). Jika ia seorang Mukmin, shalatnya hadir menemani di daerah kepalanya. Puasa di samping kanan dan zakatnya di samping kirinya. Perbuatan lain seperti infak, silaturrahmi, amar makruf dan akhlak baiknya ada di kakinya.”

Penguji:

Kemudian dua Malaikat datang dari sebelah kepala. Shalatnya berkata, “Tak ada yang bisa masuk dari arah ini”. Malaikat tadi pindah ke sisi kanannya, dan dicegat oleh puasanya, “Tak ada yang bisa masuk dari arah ini”. Mereka pindah ke samping kiri. Dijawab oleh zakat, “Tak ada yang bisa masuk dari arah ini”. Lalu mereka mendatangi dari sebelah kiri. Shadaqah, silaturrahmi, amar makruf dan akhlak baiknya mencegat, “Tak ada yang bisa masuk dari arah ini”. Akhirnya mereka berkata, “Duduklah”. Ia duduk mendekat seperi matahari yang hendak tenggelam. “Biarkan aku shalat”, pintanya.

Materi ujian:

“Kamu mau shalat? Beritahu kami tentang beberapa hal yang akan kami tanyakan. Apa yang kamu ketahui tentang lelaki yang dahulu pernah bersamamu? Apa yang kau katakan tentangnya, dan bagaimana kesaksianmu terhadapnya?” ia menjawab, “Dia adalah Muhammad. Kami bersaksi bahwa dia Rasulullah. Datang membawa kebenaran dari Allah.” Dikatakan kepadanya, “Atas keyakinan itu kamu hidup dan atas keyakinan itu kamu akan dibangkitkan, Insya Allah.” Kemudian dibukakan pintu surga. Dikatakan padanya, “Inilah tempat yang telah Allah janjikan kepadamu.”

Hasil ujian:

Ia menjadi gembira dan bertambah riang. Kuburnya diluaskan hingga tujuh puluh hasta dan disinari cahaya terang. Jasadnya dikembalikan sebagaimana semula. Ruhnya diletakkan dalam hembusan burung yang bergantung di surga. Inilah yang difirmankan Allah Ta’ala, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang dzalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Qs. Ibrahim: 27).

Tulisan ini merupakan pengingat bagi saya yang lemah ini untuk selalu belajar dan memperbaiki diri. Semoga Allah swt meneguhkan kita semua di atas jalan-Nya dan melindungi kita dari berbagai fitnah yang melanda di sekitar kita, menjauhkan kita dari sifat riya’ dan ujub, menerangi hati kita dengan ilmu agama, meneguhkan iman kita dengan ucapan yang teguh di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, serta mewafatkan kita semua dalam husnul khatimah. Amin Ya Rabbal’alamin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s