waktu shalat maghrib dan isya

Assalamualaikum wr wb,

tadi siang (20 mei 2011), pada saat jumatan kami mendapat informasi dari pak Sofyan menyikapi permasalahan maghrib dan isya yang datang terlalu larut.

waktu sholat kan tergantung dari posisi matahari:

dzuhur ketika matahari tergelincir,

ashar ketika bayang-bayang lebih panjang dari benda,

maghrib ketika matahari terbenam hingga hilangnya cahaya merah,

isya ketika hilangnya cahaya merah hingga terbit cahaya putih, dan

subuh dari terbit cahaya putih hingga fajar.

namun dikarenakan lokasi geografis di Eropa pada bulan-bulan Mei-Juli hilangnya cahaya merah yang akan menandai berakhirnya waktu maghrib tidak terjadi hingga terbit cahaya putih. secara logis tidak ada waktu isya, setelah maghrib kemudian subuh. namun beberapa ulama di Eropa mengeluarkan fatwa dalam bentuk 7 solusi: 1. Membagi dua jarak antara maghrib dan subuh dan meletakkan shalat isya di tengah-tengah.

2. Mengikuti fatwa ulama Turki, waktu isya adalah 80 menit setelah waktu maghrib

3. Mengikuti waktu yang lebih dekat dimana cahaya merah diatas menghilang (dalam hal ini  waktu Bordeaux, karena belgium dan netherlands cahaya merahnya tidak menghilang)

4. Mengikuti waktu sholat mekkah (ini kurang tepat karena perbedaan waktu)

5. Melakukan Shalat Isya sebelum tidur.

6. Tidak melakukan sholat isya, ini yang dilakukan beberapa orang dari Ghana, namun ini tidak direkomendasikan!

7. Isya dapat di jamak takdim dengan maghrib (tanpa di qashar!) untuk memudahkan beraktifitas keesokan hari, ini yang direkomendasikan oleh Masjid Nasuha (masjid ISR)

silahkan melakukan yang dirasa mampu dan tidak memberatkan, namun juga tidak menggampangkan dan jangan pula tidak dilakukan. hal ini bisa dilakukan selama bulan mei-juli (batasnya 21 Juli), setelah itu waktu sholat kembali normal (dapat dipantau di islamicfinder.org). semoga membantu.

wassalam,

PPMR

Tentang Ivan

After graduating from school of architecture Institut Teknologi Bandung, Indonesia in 2006, he worked for almost three years in an emerging Singaporean young firm, Park associates Architect. He design several residential projects to build with the office and published in some renowned architecture magazines such as D A. Since 2009 he is the founder of ruang magazines, an online architecture magazine that deal with urban and social problems in Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s