Perniagaan yang tidak merugi (BBAQ 4)

Assalamualaikum wr wb,

Alhamdulillah pada hari rabu 20 April 2011, BBAQ ke 4 terlaksana dengan lancar.. teman-teman di ISR menjamu dengan menu spesial mie ayam. Alhamdulillah, terimakasih Pak Rizal, mbak Ofi, Mitha dan teh Deary serta kawan-kawan lainnya.

Majelis membaca, membahas dan meresapi Intisari surat Al-Hadid 1-11. Ada beberapa poin yang menarik untuk kembali diingatkan dari hasil diskusi BBAQ kali ini:

1. Dimanakah Allah berada?

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al- Hadid 57 : 3)

Kita selalu dihadapkan akan pertanyaan dimanakah Allah berada, ada yang mengartikan sepotong dari ayat di atas: “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.“ bahwa Dzat Allah ada di mana-mana, dan berargumen bahwa pada setiap benda ada Dzat ‘Allah’.

Hal ini kurang tepat, jika kita membaca keseluruhan dari ayat tersebut sangat jelas bahwa dikatakan Allah itu bersemayam di atas Arsy (langit). Dan maksud dari “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.“ dijelaskan pada lanjutan ayat tersebut “Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” Yang bermakna bahwa keberadaan Allah lah yang selalu bersama kita, Allah Maha mendengar dan Maha melihat apa-apa yang kita kerjakan.

2.Tauhid

Poin pertama diatas berkaitan dengan tauhid, yaitu meng-esa-kan Allah. Tauhid adalah hal fundamental yang harus dipahami secara mendalam oleh seorang muslim sebelum hal-hal berikutnya. Jika kita menjabarkan tauhid lebih lanjut terbagi menjadi tiga:

  1. Rububbiyah, yang artinya beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta[1].
  2. Uluhiyah/ Ibadah, yang artinya beriman bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya[2].
  3. Asma wa Sifat, yang artinya beriman bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik (asma’ul husna) yang sesuai dengan keagunganNya. Umat Islam mengenal 99 asma’ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah[3].

Dan ditekankan bahwa tidak ada yang disebut tauhid mulkiyah, yang berarti kekuasaan, yang sering disalah gunakan oleh orang-orang yang ingin menyelewengkan islam. Semoga kita terhindar dari subhat (pemahaman  yang dibuat agar kita ragu-ragu) semacam ini.

Dan ketiga tauhid diatas hanya mengacu pada sebuah dzat tunggal yaitu Allah swt.

3. Makna Syahadat

Ada kesalahan persepsi dari makna penggalan awal syahadat “Ashadu an la ilaha illa’llah wa Allah” yang sering kita artikan secara literal “tiada Tuhan (ilah) selain Allah.” Hal ini tidak tepat karena secara implisit bisa bermakna kita mengakui ilah-ilah (segala sesuatu yang disembah) yang lain, termasuk berhala. Kerancuan makna ini akhirnya disepakati oleh para ulama untuk tidak mengambil arti literal, namun memaknai nya dengan “tiada sesuatu yang berhak disembah kecuali Allah”

4. Bersedekah

Mudahnya “senyum pada orang lain juga termasuk sedekah.” Yang penting dari sedekah itu adalah mengharap ridha dari Allah, bahwa sedekah dapat menghindari kemiskinan itu hanyalah manfaat dari sedekah, bukan tujuan dari sedekah itu sendiri.

Kemudian pertanyaannya jika kita beribadah itu apakah kita mengharap Surga atau mengharap ridha Allah? Seperti sebuah perkataan seorang sufi ketika ditanya saat ia menjijing sebuah ember dan membawa obor: “aku ingin memadamkan neraka dan membakar surga, ketika keduanya sudah tidak ada kita lihat siapa yang beribadah karena mengharap ridha Allah”

Jawabannya bahwa tingkat keimanan seseorang itu berbeda-beda. Tidak ada salahnya jika kita beribadah untuk menghindari neraka dan mengharap surga, malah kita dianjurkan untuk senantiasa berdoa untuk dijauhkan dari api neraka dan didekatkan kepada surga.

Allah sudah menawarkan kita sebuah perniagaan yang paling menguntungkan sedunia. Sebuah perniagaan yang tidak pernah merugi.

Sesungguhnya, orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (al-Qur’an), mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dengan diam-diam maupun terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 29-30).

Maha benar Allah akan segala firmannya. Maha salah saya akan segala postulat saya. saran dan kritik dapat dikirimkan ke bala_digo@yahoo.com

Wassalam,

Ivan Nasution


[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Tauhid, diakses 26 April 2011

[2] ibid

[3] ibid

Tentang Ivan

After graduating from school of architecture Institut Teknologi Bandung, Indonesia in 2006, he worked for almost three years in an emerging Singaporean young firm, Park associates Architect. He design several residential projects to build with the office and published in some renowned architecture magazines such as D A. Since 2009 he is the founder of ruang magazines, an online architecture magazine that deal with urban and social problems in Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s