Adab Berbicara Mukmin – Kutipan Beberapa Dalil

Assalamualaikum Wr. Wb.

Berbicara adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam melakukan komunikasi sehari-hari. Melalui rutinitas pertukaran kata yang begitu sering dilakukan, terkadang kita lupa akan nilai-nilai luhur yang menjadi patokan bagi orang yang berkeyakinan. Dalam kutipan berikut, ditulis ulang beberapa dalil pengingat yang dapat menuntun kita dalam menjaga omongan kita. Walaupun banyak hal dirasa tidak mengejutkan, tidak ada salahnya kiranya untuk mengulas sejumlah dalil penuntun yang baik ini. Beberapa point pemeliharaan pembicaraan baik untuk diperhatikan seperti: menghindari umpatan, menghindari penggunaan kata-kata kotor, menghindari membuka aib orang dan diri sendiri,  menghindari terlalu banyak menyanjung seseorang karena dapat membuat yang bersangkutan lupa diri, dsb.

Sejumlah kutipan dari Al-Hadist:

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari).

Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga. (HR. Bukhari).

Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad).

Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari &Al Hakim).

Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.”(HR. Muslim)

Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)

Semua umatku diampuni kecuali yang berbuat (keji) terang-terangan yaitu yang melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, “Hai Fulan, tadi malam aku berbuat begini…begini.” Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza wajalla. (Mutafaq’alaih)

Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung), sesungguhnya itu adalah penyembelihan. (HR. Bukhari)

Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Nabi Saw, lalu beliau berkata kepadanya, “Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang)”. (HR. Ahmad)

Barangsiapa akhir ucapannya “Laa ilaaha illallah” niscaya dia masuk surga. (HR. Abu Dawud).

Sejumlah kutipan dari Al Quran (QS Al-Hujuraat 11-13):

11. “Wahai orang-orang yang beriman.. Janganlah suatu kamu mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan janganlah pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olok) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

12. “Wahai orang-orang yang beriman.. Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah maha penerima taubat, maha penyayang.”

13. “Wahai manusia.. Sungguh Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh Allah maha mengetahui, maha teliti.”

Kutipan berikut bukanlah suatu daftar terperinci dari adab berbicara, melainkan hanya beberapa saja. Segala benar datang dari Allah SWT, segala keteledoran datang dari saya pribadi. Semoga berguna:

Wassalamualaikum Wr. Wb.

MW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s