Pengajian Maret

Assalamualaikum wr wb.

Bismillahirrahmannirahim,

Segala puji kepada Allah subhanhuwata’ala, yang atas izinnya kemarin kita semua bisa berkumpul di hari minggu yang cerah, bersilaturrahmi dan menyegarkan rohani kita dengan bacaan Al Quran dan tausyiah dari pak Didin.

Terimakasih ingin kami ucapkan sebanyak-banyaknya kepada keluarga IHS, yang telah mau direpotkan untuk menyiapkan acara dan menyambut dengan hangat untuk acara pengajian di bulan Maret ini.

Acara pengajian kali ini diawali dengan tilawah surat Al Baqarah ayat 154-163 oleh mbak Farrah dan artinya dibacakan oleh Mita. Beberapa ayat dari tilawahnya:

(155)وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

(156)الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (155)

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun”. (156)

Pak Didin juga mengutip ayat 168 dan 178 dari surat Al A’raf dalam tausyiahnya:

وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ

(168)لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

(178)مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).(168)

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi. (178)


Bahwa kesedihan dan kebahagiaan, kesempitan dan kelapangan, semuanya adalah ujian dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Ujian-ujian tersebut bukanlah diberikan kepada manusia untuk menyiksa, namun sebagai cara-Nya agar hamba-Nya menjadi lebih dekat kepada-Nya.

Seperti hadist Rasulullah SAW, “Urusan mukmin senantiasa diliputi keberkahan, jika dia mendapatkan kelapangan dan kebahagiaan dia bersyukur. Sedang jika diberikan kesedihan dan kesempitan, dia bersabar. Dan keduanya adalah kebaikan bagi dirinya.” Subhanallah, betapa Allah sangat menyayangi dan merindukan hamba-hambanya..

Selama hidupnya, manusia akan terus menghadapi ujian, silih berganti, apapun itu, baik senang maupun susah. Siapapun itu,

apapun jabatan dan pekerjaannya. Yang membedakannya hanyalah kadar keimanannya, semakin beriman seseorang, maka cobaan pada dirinya akan lebih berat daripada mereka yang lebih lemah imannya.

Bahkan rasul-rasul Allah yang notabene manusia kecintaan Allah pun tidak lepas dari cobaannya, seperti Nabi Ayub AS yang diuji dengan kehilangan harta benda, penyakit yang berat dan membuatnya dijauhi orang lain dan istrinya. Namun beliau terus bersabar hingga Allah mengembalikan segalanya kepadanya. Atau cerita seperti Nabi Sulaiman AS yang diberkahi kemampuan untuk menguasai seluruh binatang dan jin. Dengan seluruh mukjizat yang ada padanya, Nabi Sulaiman tidak menjadi pongah dan merasa berkuasa, namun beliau justru semakin memperhatikan makhluk-makhluk Allah lainnya.

Cobaan adalah selalu dekat pada mereka yang bertakwa kepada-Nya. Keluarga Nabi Ibrahim AS adalah salah satu contohnya. Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS diuji dengan perintah kurban, yang akhirnya mendasari perintah kurban bagi umat Islam setiap bulan Dzulhijah. Begitu pun dengan Siti Hajar, yang harus berlari-lari antara bukit Safa dan Marwa demi mencari air bagi putranya Ismail AS, yang kemudian mereka dilimpahkan berkah berupa mata air Zamzam yang berasal dari tapak kaki Ismail AS.

Kita pun sebagai hamba Allah, tidak akan pernah terlepas dari ujian, baik nikmat juga kesedihan. Ujian-ujian tersebut juga akan terus datang sehari-harinya dalam mentaati perintah-perintahnya maupun dalam menjauhi larangan-larangannya.

Karena itu, sudah sepantasnya lah kita berhati-hati dalam setiap tingkah laku kita, memohonkan ampun untuk setiap kesalahan yang kita buat, bersabar dalam kesempitan hidup, dan bersyukur atas seluruh karunia yang kita miliki saat ini.

Tidak lupa, kami ingin berterimakasih kepada mas-mas dan mbak-mbak sekalian yang telah menhidangkan santapan yang luar biasa nikmatnya. Nasi uduk, tempe dan tahu bacem, empal dan ayam goreng, dan sambel yang joss🙂

Di penghujung tulisan, penulis ingin meminta maaf jika ada kata-kata yang salah ataupun kurang berkenan.

Semoga kita semua dapat bertemu kembali, memperdalam ilmu, dan menguatkan tali silaturrahmi di pengajian mendatang dan selanjutnya.

Wassalamualaikum wr wb.

Muhammad Iqbal Gentur Bismono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s