Menjadi manusia optimis!

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum wr. wb.

Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Asy Syarh 94: 5-6)

Khutbah jumat oleh Pak Hanafi siang tadi sungguh menyentil. Sederhana tapi dalam.

Dalam surah Asy Syarh (Alam Nasrah, surah ke 94) Allah menyebutkan dua kali kalimat “bersama kesulitan itu ada kemudahan” dengan sedikit perbedaan diawal kalimat saja. Dan yang pasti bukan kebetulan, pasti ada tujuannya. Allah ingin menegaskan kepada kita agar tidak takut dalam menghadapi cobaan, karena pasti ada jalan keluarnya jika kita mau berusaha.

Orang bijak berkata: hidup adalah perubahan. Hidup itu tidak stabil, hidup itu insecurity, hidup itu fluktuatif. Setiap hari adalah perubahan, hari ini kita tertawa terbahak-bahak, besok bisa menangis tersedu-sedu; hari ini bisa ditimpa musibah, besok bisa mendapat rejeki yang berlimpah. Jadi jangan takut dengan perubahan, jangan takut dengan puncak dan dasar, karena kita pasti akan mengalaminya. Indikator jantung di RS juga naik turun, jika kita masih hidup, kalau sudah meninggal ya stabil.

Seperti ilustrasi yang sangat pop, hidup itu seperti roda, kadang diatas dan kadang dibawah. Permasalahannya, apa ketika diatas kita akan lupa diri, angkuh, tidak bersyukur dan pura-pura lupa rasanya dibawah. Dan apakah ketika kita dibawah, kita akan menikmati kesengsaraan kita dengan menyalahkan semua keadaan, menyalahkan orang lain bahkan (nauzubillah min zalik) menyalahkan Allah, tanpa ada usaha untuk memutar roda lagi.

Kesulitan dan kemudahan dua-duanya adalah cobaan. Kaya dan miskin dua-duanya adalah cobaan.

if you can’t change your fate, change your attitude” Amy Tan

Semuanya kembali lagi kepada bagaimana sikap kita memandang suatu hal. Yang perlu kita ingat:

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya… “ (Al-Baqarah 2:286)

…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka…” (Ar-Rad 13:11)

Kuncinya adalah bersyukur, berusaha dan bersabar. Ada pepatah: doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong. Dan kita pun harus bersabar atas cobaan yang kita hadapi. Dengan bekal ini kita mampu percaya diri bahwa kita mampu menghadapi segala cobaan dan tidak berputus asa. Semangat! Kita tidak pernah sendiri, selalu ada Allah mendampingi. Jadi jangan takut!

Maha benar Allah akan segala firmannya. Maha salah saya akan segala postulat saya.

Wassalam,

Ivan Nasution

 

Tentang Ivan

After graduating from school of architecture Institut Teknologi Bandung, Indonesia in 2006, he worked for almost three years in an emerging Singaporean young firm, Park associates Architect. He design several residential projects to build with the office and published in some renowned architecture magazines such as D A. Since 2009 he is the founder of ruang magazines, an online architecture magazine that deal with urban and social problems in Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s