Siapkah kita akan 2011 (?)

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum wr. wb

Hanya sedikit berbagi ceramah shalat jum’at kemarin siang (31 Desember 2010). Pak Hanafi berbicara mengenai bagaimana menyikapi kedatangan 2011, dengan memaparkan percakapan antara Imam Al-Ghazali dengan Murid-muridnya. Suatu saat Imam Al-Ghazali mengumpulkan murid-muridnya dan bertanya enam buah pertanyaan:

1.

Imam al-Ghazali : Apakah yang paling dekat dengan kita di dunia ini?

Murid2 beliau : Orang Tua, Guru, Kerabat, Sahabat, Pasangan.

Imam al-Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah kematian. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga,maka sungguh ia telah beruntung, Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali Imran – 185)

Komentar penulis: Siapapun diri kita, dari status social apapun, setinggi apapun jabatan kita, setebal apapun iman kita, dimanapun kita berada, kapan pun waktunya dan dalam kondisi apapun, (jika kita bernyawa) kematian pasti datang menjemput kita. Sebegitu dekatnya kita dengan kematian sehingga kita tidak akan pernah tau kapan kita akan mati. Kalau begitu, harusnya kita mulai berfikir dan takut. Sudah siapkah bekal yang kita coba persiapkan di dunia ini untuk diakhirat kelak, ketika kematian itu menggedor pintu kita? Mungkin kita tidak takut dengan kematian, karena semua orang pasti akan mati, tapi takutkah kita akan masa setelah kematian?

2.

Imam al-Ghazali : Apakah yang paling jauh dengan kita di dunia ini?

Murid2 beliau : Negeri Cina, Bulan, Matahari, bintang-bintang.

Imam al-Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling jauh dengan kita ialah masa lalu. Secanggih dan secepat apapun kendaraan yang kita ciptakan, kita tidak akan pernah bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Komentar penulis: apapun kesalahan dan keburukan yang kita lakukan di masa lalu, akan menjadi masa lalu. Jika dulu kita memiliki kualitas tidak baik (menurut agama) tetapi kita sadar dan ingin berubah, marilah kita berdamai dengan masa lalu. Jangan pernah terlalu terpuruk akan apa yang terjadi di masa lalu, karena kita saat ini adalah kumpulan aksi dan keputusan yang kita lakukan di masa lalu. Masa lalu sudah jauh dan tidak mungkin dicapai lagi, jadi belajarlah dari masa lalu, perbaiki dan hiduplah untuk masa kini dan masa depan.

3.

Imam al-Ghazali : Apakah yang paling besar dengan kita di dunia ini?

Murid2 beliau : Gunung, Matahari, Bumi

Imam al-Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang paling besar adalah hawa nafsu. Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. Kedatangan azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat- ayat-Nya dengan cara istidraj (Surat Al A’raf: 179)

Komentar penulis: Musuh utama manusia adalah hawa nafsu, dan perang yang paling berat adalah berperang dengan hawa nafsu kita. Hawa nafsu mampu membunuh logika dan hati kita. Jika kita mengikuti hawa nafsu kita segala halal haram menjadi kabur, semua di justifikasi dan di kompromi. Misal, ketika kita emosi kita mengikuti nafsu amarah kita dan berkata-kata buruk ataupun berbuat buruk, seringkali kita menyadarinya ketika kita telah mengucapkan hal tersebut dan menyakiti orang tersebut. Jadi berhati-hatilah dengan hawa nafsu.

4.

Imam al-Ghazali : Apakah yang paling berat dengan kita di dunia ini?

Murid2 beliau : Baja, besi, gajah

Imam al-Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang paling berat adalah memegang amanah. Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. ( Surat Al Ahzab 72)

Komentar penulis: Sungguh terasa beratnya memegang amanat dan mudahnya lalai. Kita sebagai pelajar, ilmuwan, pegawai atau apapun mengemban amanah masing-masing. Kita yang diberi ilmu lebih oleh Allah akan memegang amanah yang lebih besar, agar dapat menggunakan ilmu kita sebaik-baiknya untuk kepentingan pribadi maupun orang banyak, dan tidak menggunakannya untuk menipu dan membohongi orang yang kurang mengerti. Kita yang memiliki kekuasaan lebih diberi amanah untuk melindungi yang lemah dan bukan untuk menindas dan menyalahgunakan kekuasaan kita. Kita yang memiliki uang lebih diberi amanah untuk berbagi dengan yang kurang, bukan untuk berfoya-foya dan hidup berlebihan.

5.

Imam al-Ghazali : Apakah yang paling ringan dengan kita di dunia ini?

Murid2 beliau : Kapas, angin, daun, debu-debu

Imam al-Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang paling ringan adalah meninggalkan Sholat. Karena banyak alas an di dunia pekerjaan, sekolah, rapat, tugas dan lain-lain.

Komentar penulis: Sholat adalah ibadah yang paling mudah, namun paling sulit untuk ditepati. Seluruh prosesi nya dari mengambil wudlu hingga selesai berdoa tidak akan memakan waktu lebih dari 10 menit, dan hanya 5 kali dalam sehari (yang wajib) jadi tidak akan mengambil waktu selama 50 menit dari waktu sehari yang konon waktu produktif kita yang sangat sayang untuk dikorbankan. Bayangkan betapa banyak nikmat yang sudah kita terima dari Allah (tak terhitung, coba direnungkan lagi), namun hanya untuk mengorbankan (bahkan ini bukan pengorbanan, ini kebutuhan) 1 jam dalam 24 jam hari kita saja sulit. Sementara kita mampu menghabiskan waktu berjam-jam untuk hal yang tidak perlu di situs jejaring sosial ataupun hal lain yang tidak perlu.

Semoga kita menjadi orang-orang yang mampu bersyukur.

6.

Imam al-Ghazali : Apakah yang paling tajam dengan kita di dunia ini?

Murid2 beliau : Pedang

Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam di dunia ini adalah Lidah Manusia. Kerana hanya lidah yang mampu menyayat dan menyakiti hati manusia.

Komentar penulis: Pedang hanya mampu menyayat dan menusuk bagian fisik kita, namun tajamnya lidah, mampu menyayat dan menusuk hati dan mental kita. Betapa berbahayanya lidah hingga mampu membuat orang sakit hati, membenci dan dengki. Betapa berbahayanya lidah sehingga mampu membuat orang membunuh satu sama lain. Betapa berbahayanya lidah sehingga mampu membuat seseorang berada dalam ke depresian akut dan kehancuran kepercayaan diri.

Oleh karena itu, marilah kita pelihara lidah kita, semoga yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata yang baik dan kata-kata yang tidak menyakiti hati orang lain. Semoga kita selalu dilindungi Allah dan diingatkan untuk selalu menjaga lidah.

Epilog: Halo 2011

Sudah cukup bermain petasannya, sudah cukup gegap gempita kembang api-nya, sudah cukup tertawa dan bersenang-senangnya. Marilah kita ambil waktu sejenak untuk merenungi tahun yang akan datang. Agar menjadi lebih baik dari tahun kemarin.

Semoga kita mampu mengambil pelajaran dari cerita di atas. Semoga kita bisa mengawali tahun ini dengan segala kebaikan, berdamai dengan keburukan dan ke-inferioran kita di masa lalu. Lebih mampu mengemban amanah, memelihara lidah dan mengontrol hawa nafsu kita. Dan tidak menggampangkan dan melalaikan sholat. Serta selalu ingat dan siap bahwa kematian dekat dengan kita, sehingga kita selalu sadar untuk menyiapkan bekal yang cukup dan tidak melakukan perbuatan sia-sia.

halo 2011…

—-

Semoga kita dapat mengambil apa yang baik dan membuang apa yang buruk.

Segala kebenaran datang dari Allah dan segala kesalahan datang dari saya.

Maaf atas segala kesalahan di 2010, maaf atas segala kekhilafan di 2010, maaf atas kesubjektifan tulisan ini dan maaf segala perkataan yang tidak berkenan di tulisan ini, hanya sekedar self-criticism.

Wassalam,

Ivan Nasution

Tentang Ivan

After graduating from school of architecture Institut Teknologi Bandung, Indonesia in 2006, he worked for almost three years in an emerging Singaporean young firm, Park associates Architect. He design several residential projects to build with the office and published in some renowned architecture magazines such as D A. Since 2009 he is the founder of ruang magazines, an online architecture magazine that deal with urban and social problems in Indonesia.

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s