Puasa 9-10 Muharram – Pengingat

Assalamualaikum Wr Wb

 

 

Ketika membuka facebook, ternyata ada beberapa teman yang berbaik hati menerbitkan status berkaitan dengan puasa sunat 9-10 Muharram yang untuk tahun 2010 ini insyaallah akan jatuh esok dan lusa (15-16 Desember). Lumayan.. walaupun kita masih pada pemula, ngga ada salahnya kita ikut berpuasa juga, mumpung diingetin dan keingetan.. Dikasih ibadah sunah bonus? ya mau lah.. kan udah gede dan akhil baliq.. pada kuat kan :p..

 

Bagaimanapun juga ada baiknya kita ulas sejenak tentang dasar-dasar yang berkaitan dengan ibadah sunah ini, saya ekstrak dari berbagai sumber. Lebih dan kurangnya, mohon maaf dan koreksi, namanya juga pemula, wallahu alam bishawab:

 

Puasa Hari ‘Asyura (10 Muharram)

Dari Ibn ‘Abbas ra: “Apabila Nabi SAW datang ke Madinah, Baginda melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura, lalu Baginda bertanya: “Apakah ini?”. Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari baik di mana Allah telah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa pun berpuasa”. Lalu Baginda SAW bersabda: “Aku lebih berhak dengan Musa daripada kamu,” maka Baginda pun berpuasa dan menyuruh orang ramai supaya berpuasa”. (HR. Bukhari)

Dari A’isyah r.a: “Rasulullah SAW telah mengarahkan supaya berpuasa pada hari A’syura, dan apabila telah difardhukan puasa Ramadhan, maka barangsiapa yang hendak berpuasa (hari A’syura) maka dia boleh berpuasa, dan barang siapa yang hendak berbuka maka dia boleh berbuka (tidak berpuasa)”. (HR. Bukhari & Muslim).

Dari ‘Aisyah r.a: “Orang-orang Quraish di zaman jahiliyah berpuasa pada hari ‘Asyura, dan Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari A’syura. Maka apabila Baginda datang ke Madinah, Baginda berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang ramai berpuasa. Apabila difardhukan kewajiban puasa Ramadhan, ditinggalkan puasa pada hari ‘Asyura lalu Baginda bersabda: “Barangsiapa yang mau, maka dia boleh berpuasa, dan barangsiapa yang tidak mau, maka dia boleh meninggalkannya”. (HR. Bukhari & Muslim)

 

 

Puasa Hari Tasu’a (9 Muharram)

Dari Ibn Abbas ra.: “Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura, Beliau turut mengarahkan khalayak agar turut berpuasa. Lalu mereka berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang dibesarkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Lalu Rasulullah SAW bersabda lagi: “Sekiranya di tahun depan, jika diizinkan Allah, kita akan berpuasa pada hari ke-9”. Ibn Abbas berkata: Sebelum datang tahun yang dimaksud (tahun depan), Rasulullah SAW telah terlebih dulu wafat.

Dari Ibn Abbas r.a: “Sekiranya aku masih hidup hingga tahun depanh, niscaya aku pasti akan berpuasa pada hari ke-9 (Muharram)”. (HR. Muslim).


Fadhilah Berpuasa Muharram
Dari Qatadah: “Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, lalu Baginda SAW menjawab: “Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu”. (HR. Al-Tirmizi)

Dari Ibn Abbas ra.: Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura ini, lalu beliau berkata: “Aku tidak pernah mengetahui suatu kasus dimana Rasulullah SAW berpuasa sehari karena mencari kelebihannya di atas hari-hari yang lain kecuali pada hari ini, dan Baginda tidak berpuasa sebulan kerena mencari kelebihan ke atas bulan-bulan yang lain kecuali bulan ini, yaitu: Ramadhan”. (HR. Muslim)

“Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)

 

Okie semoga berguna dan selamat berpuasa semuanya 🙂

 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Meditya Wasesa

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s