Dikotomi Alim-Non Alim, Sebuah Perelungan …

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ada istilah, “Jarang ada pencuri yang akan mengaku bahwa dirinya pencuri”, begitu juga dengan orang-orang yang ahli dalam sesuatu selalu merasa berkekurangan dan tidak merasa cukup pantas untuk dibilang ahli. Ia selalu merasa jauh dari sempurna dalam keahliannya karena begitulah sifat orang yang dalam ilmunya.

Ada fenomena masyarakat yang kurang baik yang terkadang hinggap di pergaulan sehari-hari. Ambillah contoh, ketika kita melihat seseorang dengan badan berlumur tato, berwajah sangar, dengan bekas bacokan di lengan kanannya berjalan gontai menuju Masjid, Apa yang ada difikiran kita? Yang ada difikiran kita menunjukan siapa diri kita sebenarnya..

Dikotomi dan penghakiman dalam “image” seseorang adalah sesuatu yang bisa menghambat perkembangan teman kita, atau bahkan kita sendiri. Ambil kasus, misal seseorang sehari-hari terkenal sebagai seseorang dengan gaya pop, mengikuti perkembangan musik terkini, dsb.. dsb.. Suatu ketika secercah hikmah datang dan tiba-tiba orang itu mengelisitasi materi materi berbau pencarian.. Apa yang ada difikiran kita? Yang ada difikiran kita menunjukan siapa diri kita sebenarnya.. Mungkin kita berfikiran bahwa orang itu semakin baik saja dan kita jadi termotifasi.. atau sebaliknya berfikiran (naudzubillahimindzalik) , “ah sok alim.. gw kan tau siapa elu..”

Ambil kasus sebaliknya, orang yang dikenal memiliki rekam jejak yang baik secara amal sholeh.. Tiba-tiba ia tergelincir melakukan hal-hal yang alpha.. Apa yang ada difikiran kita? Yang ada difikiran kita menunjukan siapa diri kita sebenarnya.. Mungkin kita berfikiran bahwa orang itu sedang lupa.. dan wajar saja setiap orang ada naik turunnya.. atau sebaliknya berfikiran (naudzubillahimindzalik) , “ah gw bilang juga apa.. topeng aja dibagusin.. buktinya..”

Dikotomi dalam image yang mengkatagorikan manusia ke golongan alim dan non alim secara saklek adalah hal yang kurang baik menurut saya. memang mungkin ada golongan orang yang 100% baik, ada juga yang mungkin 100% jelek, namun ada juga orang yang ada ditengah-tengahnya, yang naik turun keimanannya itu normal saja.. kita manusia bukan malaikat, selama pencarian dan perbaikan terus dilancrakan tidak ada yang salah. Dan tidak ada hak seseorang pun untuk menghakimi seseorang kecuali dirinya sendiri.. karena pencarian, dan kadar keimanan hanya diri sendiri dan Tuhan saja yang tau.. Bisa saja orang yang berkoar-koar dakwah berniat tulus.. bisa saja berniat riya.. namun apa hak kita menghakimi dia dan memikirkan niatnya.. toh Tuhan yang akan menentukan dan menerima.. kenapa jadi kita yang repot? Bila belum mampu membuat baik orang, setidaknya jangan kita menghalangi orang untuk melakukan perbaikan, melalui cibiran-cibiran tidak penting kita..

Eniwei sekedar perelungan kecil dari eksplorasi sendiri.. Berikut ayat2x yang bisa menjadi patokan untuk mengukur sebagaimana berimankah kita.. Kalau jauh tak mengapa, setidaknya kita tau milestone-nya.. Kalau dekat jangan GR :p.. bisa jadi hanya perasaan saja…

QS Al Mukminun (23: 1-11)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

1.Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

2.[yaitu] orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya,

3.dan orang-orang yang menjauhkan diri dari [perbuatan & perkataan] yang tiada berguna,

4.dan orang-orang yang menunaikan zakat,

5.dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

6.kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

7.Barangsiapa mencari yg di balik itu, maka mereka itulah orang2x yg melampaui batas.

8.Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,

9.dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

10.Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,

11.yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Wallahu Alam bishawab..


Wassalamualaikum Wr. Wb.

Meditya Wasesa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s