Manfaat Sedekah Dunia dan Akhirat

ikut resmi padi by carinasuyin

ikut resmi padi by carinasuyin (Common Creative @ Flickr.Com)

Kemarin, setelah selesai menghadiri seminar bersama seorang teman di KBRI, beliau banyak bercerita tentang filosofi hidup dalam perjalanan kami pulang ke Rotterdam. Percakapan kita dimulai dengan cerita mengenai seseorang yang menyedekahkan seluruh hartanya dengan ikhlas kepada ustadz Yusuf Mansyur, mulai dari rumah hingga mobilnya. Terpancar kepuasan yang amat sangat di wajah Hamba Allah tersebut, sesaat setelah dia menyedekahkan harta-harta yang sebagian besar dari kita bahkan tidak akan terpikirkan untuk melakukan kebaikan dalam taraf itu. Keyakinan kepada Allah SWT bahwa semua harta itu adalah titipan dariNya dan tidak akan pernah rugi orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Bahkan Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda hingga 700 kali lipat, seperti yang tercantum dalam QS. Al Baqarah: 261 yang berbunyi:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Beliau kemudian menceritakan balasan yang didapat Hamba Allah tersebut sangat besar dalam bentuk materi (uang) yang tidak pernah terbayangkan olehnya apalagi datang dalam waktu yang relatif singkat. Namun, bukan itu yang jadi concern beliau. Jauh lebih besar lagi. Ini bukan cuma soal materi, itu hanya bonus dari Allah. Yang lebih mencengangkan lagi adalah balasan dalam bentuk immateri seperti anaknya menjadi seorang Hafiz dalam waktu yang relatif cepat dibandingkan teman-temannya yang lain. Ini yang jauh lebih berharga daripada sekedar uang dan uang yang akan menjadi tidak berguna ketika Hamba Allah itu nantinya berpulang ke Rabbul ‘Alamin, Allah Azza Wa Jalla.

Lebih jauh lagi, beliau bercerita mengenai keutamaan daripada mendapatkan balasan immateri seperti itu bagi kita sebagai seorang Muslim dan orang tua dari anak yang saleh. Karena setelah kita meninggal nanti, otomatis kita tidak bias beramal lagi, kecuali jika kita punya salah satu dari 3 hal, seperti tercantum dalam hadits Baginda Rasulullah SAW yang termasyhur:

“Jika mati anak Adam putuslah amalnya kecuali 3, amal jariah, doa anak shalih, ilmu yang bermanfaat” (hadits riwayat Muslim)

Terjawab sudah mengapa wajah Hamba Allah tersebut terlihat sangat gembira saat menafkahkan harta2nya karena paling tidak dia sudah mendapatkan amal jariah sehingga jaminan amal2nya akan mengalir walaupun dia sudah berada di dalam liang lahat nantinya. Ditambah lagi dengan anaknya yang hafal Al Qur’an 30 Juz, Insya Allah menjadi anak yang saleh, maka amalnya akan semakin berlipat-lipat. Belum lagi bila Hamba Allah ini mengajarkan ilmu sedekahnya kepada keluarga dan masyarakat yang Insya Allah bermanfaat, dia akan mendapatkan semuanya setelah nanti dicabut ruhnya oleh Allah SWT.

Namun, bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memikirkan hal ini? Inilah yang menjadi ketakutan teman saya ini. Ketakutan untuk tidak bisa menghasilkan apa-apa dalam hidup sebelum kita wafat, khususnya 3 hal diatas, terlihat jelas dari raut wajah beliau. Semoga ketakutan serupa juga ada terbersit dalam hati kita masing-masing, sehingga kita bisa memiliki tujuan yang mulia dalam hidup walaupun terlihat sederhana, dan bisa men-drive kita menjadi muslim yang lebih baik lagi ke depannya. Amiin. To Be Continued, Insya Allah…

Wa solallahu ‘ala sayyidina Muhammadin,

Wal afwu minkum,

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakaatuh

Fahed

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s