Sesuatu yang pasti datang

IMG_0882 by quaziefoto (Creative Commons @ Flickr.com)
IMG_0882 by quaziefoto (Creative Commons @ Flickr.com)


Siang ini kami mendengar kabar, tentang berpulangnya orang tua salah satu dari saudara kami. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun”, Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepadaNYA-lah kita kembali, ujar kami. Seraya mendoakan semoga Allah memberikan tempat yang terbaik di sisiNYA, diampuni segala dosanya dan diterima semua amal ibadahnya. Cerita berlanjut dengan betapa mudahnya Beliau meninggalkan keluarga. Seraya mengucap, “Ya, Allah”, badan yang berguncang sebentar dan Beliau kembali ke pangkuan Ilahi. Subhannallah, Maha suci Allah.

Kematian adalah suatu kepastian. Setiap yang memiliki jiwa pastikan kembali kepada yang memiliki, yaitu Allah SWT. Sebuah masa transisi dari kehidupan dunia ini, memasuki dunia lain untuk berlanjut ke serangkaian rentang waktu menuju dunia yang kekal. Hal ini berlaku bagi semua, mulai dari seorang yang mulia seperti para Nabi dan Rasul, mulai sang raja hingga rakyat jelata, mulai sang presiden hingga masyarakat biasa, mulai professor hingga calon mahasiswa, terlepas dari semua atribut yang disandang, tanpa ada yang terlewatkan. Demikian kepastian Allah, sesuai dengan janji Allah dalam kalamnya ““Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”(Ali ‘Imran: 185).

Waktu bergulir setiap saat, berjalan dalam ketetapannya hingga akhirnya berhenti pada satu detik tertentu. Saat itulah semuanya berganti masa. Betul, ketetapan itu adalah pasti dan berlaku pada setiap pribadi sesuai dengan apa yang tertulis di Lauh Mahfuzh (Fathir: 11). Meskipun dua orang memiliki waktu kelahiran yang sama, keduanya akan kembali sesuai dengan waktu yang ditetapkan baginya masing-masing, tiada menutup kemungkinan untuk kembali bersama, namun jauh lebih banyak jumlahnya yang berpulang dengan waktunya masing-masing. Mungkin seorang diantaranya akan lebih cepat dari yang lain. Tiada dipercepat atau ditunda barang satu detikpun (Al-Munafiqun: 11). Sehingga jelaslah, bahwa masing-masing kita adalah pribadi yang berjalan dalam lintasannya sendiri-sendiri, dalam rentang waktu-nya sendiri. Bilapun saat ini kita bersama dengan para sahabat, semata karena Allah merencanakannya untuk kita saling mengenal dan bersilahturahmi.

Tempat adalah suatu bagian rencana dari cara untuk kembali. Teringat kembali sebuah cerita tentang seseorang yang membangun seribu pintu untuk menghindari kematian di rumahnya, karena salah satu kepercayaan bagi dia, sehingga sang malaikat pencabut nyawa mengalami kesulitan untuk melakukannya. Namun kembali Allah mengingatkan bahwa bila tiba waktunya, dimanapun kita berada, bahkan di dalam benteng berdiri yang tinggi dan kokoh, proses itu pasti tiba (An-Nisa’: 78). Sesungguhnya Allah Maha Sempurna dengan segala rencanaNya.

Menghadapi sesuatu yang pasti datang, hendaknya juga kita mencita-citakan untuk kemudahan menghadapinya, disebutkan sebagai keadaan husnul khatimah, sebuah akhir yang baik. Salah satunya ikhtiar itu adalah berdoa untuk mencapai cita-cita tersebut. Bila semenjak kecil, kita diminta meletakkan cita-cita setinggi langit, mungkin saatnya juga kita mencita-citakan bagaimana kita memasuki waktu berikutnya dengan sebaik-baiknya akhir. Semoga doa berikut bermanfaat bagi kita semua untuk meminta akhir yang baik kepada Allah SWT. Amien.

ھَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِینَ
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh” (Q.S. Asy-Sy’araa: 83)

اللھم اجعل خیر عمري أخره و خیر عملي خواتیمھ و خیر أیامي یوم لقائك
“Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat)” (H.R. Ibnus Sunny)

اللھم اختم لنا بحسن الخاتمة ولا تختم علینا بسوء الخاتمة
“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik), dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang
buruk)”

(Disadur dari beberapa sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s