Menanam Mimpi

IBM Think D100 Test by Howdy, I'm H. Michael Karshis (CC@Flickr.Com)
Picture: IBM Think D100 Test by Howdy, I’m H. Michael Karshis (CC@Flickr.Com)

Kala ini mungkin adalah waktu-waktu yang diberikan untuk menajamkan pisau yang belum lagi tajam benar untuk memotong lembar-lembar kertas kehidupan yang belum lagi terbuka. Kira-kira itulah kiasan yang saya pahami saat ini. Memotong-motong waktu menjadi frame-frame berjudul mungkin akan lebih terasa mudah dipahami sehingga semangat yang timbul, gerak yang dilakukan akan sinkron dengan judul yang telah diberikan.

Kesadaran yang pertama adalah nikmat untuk belajar. Begitu luar biasa kesempatan yang Allah telah berikan kepada kita untuk datang ke kota ini, ke negeri di seberang lautan, berjumpa dengan orang lebih berdisiplin dalam memelihara ilmu pengetahuan. Terlepas warna kulit dan rambut para pengajar di universitas kita masing-masing, mereka adalah salah satu sumber pengetahuan yang “diatur” agar dapat bertemu dengan kita dan menggali pengetahuan darinya. Fasilitas perpustakaan super lengkap, internet super cepat, hingga sepeda onthel yang mengantar kita ke kampus adalah nikmat yang luar biasa untuk bisa kita manfaatkan dalam mendukung kita belajar di sini.

Kepuasan intelektual juga adalah nikmat Allah yang tidak lepas dari bagian nikmat yang diberikan. Begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab, dengan pencarian sendiri melalui interaksi terhadap buku, materi dan pengajar telah dimudahkan jalannya. Bahkan tambahan pemahaman ilmu dan lanjutan pertanyaan keinginan-tahuan juga telah berkembang semakin meluas dan mendalam seiring pondasi pengetahuan baru yang diletakkan. Begitulah kepuasan terjawab melalui pertanyaan dan jawaban.

Kembali pada frame waktu yang sedang dijalani kini, terkadang kanan-kiri penjalanan menjadi magnet untuk mengeser dari tujuan utama untuk kehadiran kita di sini. Salah satunya adalah ketergesa-gesaan dalam pemikiran berlalu lalang. Adalah hal yang normal untuk menanggapi deviasi antara kenyataan dan pengetahuan yang baru dimiliki dengan keinginan menggebu untuk berbuat sesuatu, terlebih bila hati berada jauh dari tanah kelahiran.

Kalau dikembalikan pada frame saat ini, maka judul tepat adalah “menimba ilmu pengetahuan”. Mengisi pundi pundi dengan pengetahuan sebanyak-banyaknya dalam kantong-kantong pemahaman di dalam kepala. Saatnya mengisi penuh hingga pasangan pertanyaan dan jawaban tersimpan rapi dan siap untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Ketika kebosanan ataupun magnet pengalih perhatian terlampu besar untuk dikendalikan dalam frame ini, sebaiknya menanam mimpi dan rencana adalah hal yang lebih tepat dilakukan. Menganalisis, berbagi, membangun jejaring dan menyusun program untuk dilaksanakan saat kembali ke negeri, dimana sang Merah Putih berkibar megah, adalah kegiatan efektif di kala senggang, di antara pertanyaan-pertanyaan baru dalam mencari pemahaman. Dengan senantiasa menjaga bara semangat hingga menginjakkan kembali kaki di bandara bernama Soekarno Hatta. Indonesia menantimu dengan semua mimpi di kala senggang mu saat ini. Semoga Allah meridhoi. Amien.

Green Carpet
Picture: Green Carpet by ^riza^ (CC@Flickr.Com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s