Muslim yang baik

What Make a good student by Thomas R. Stegelmann.

Picture: What Make a good student by Thomas R. Stegelmann.

Tulisan ini diilhami dari percakapan dua orang sahabat saya. Berawal dari sebuah makan malam sekaligus menghangatkan badan sejenak di tengah dinginnya Rotterdam yang dihujani salju dan ditiup angin bertubi-tubi.

Percakapan dimulai ketika teman saya berpikir mengenai konteks dakwah pada zaman sekarang ini. Terutama dalam relevansinya dengan toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Ia agak sedikit khawatir, dakwah yang berlebihan akan menimbulkan gesekan-gesekan yang mudah mengganggu kerukunan umat beragama.

Lalu teman saya yang satu lagi menjawab, bahwasanya jalan yang paling baik untuk berdakwah adalah dengan menjadi pribadi muslim yang baik. Pribadi muslim yang baik di sini, berarti bahwa seorang muslim dalam kesehariannya harus sebisa mungkin menjaga hubungannya baik secara vertikal terhadap Allah subhanahu wa ta’ala, maupun terhadap manusia dan mahluk lain dan alam sekitar sesuai dengan tuntunan-Nya. Hal ini dijelaskan oleh teman saya akan membuat orang lain di luar islam akan memandang betapa mulianya ajaran yang dikandung dalam islam itu sendiri. Dan tidak sedikit hal ini menjadi jalan bagi banyak orang untuk mendapatkan hidayah. Lalu saya pun tergelitik untuk mencari tahu lebih lanjut, tentang sebetulnya bagaimana sih seorang muslim harus bersikap dalam kesehariannya?

Jika berbicara tentang keteladanan, maka sosok prbadi muslim yang paling patut untuk dicontoh adalah Rasulullah Muhammad Salallahu’alaihi wassalam. Lalu dari hasil mencari di berbagai sumber, akhirnya Saya menemukan beberapa ciri pribadi muslim yang baik, yang dapat kita jadikan acuan untuk berusaha menjadi sosok muslim yang lebih baik.

  1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih).
  2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)
  3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh).
  4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani).
  5. Mutsaqqoful Fikri (intelektualitas berfikir).
  6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu).
  7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu).
  8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan).
  9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)
  10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)

Semoga kita senantiasa dapat menjadi muslim yang lebih baik dari hari ke hari. Amin ya robbal’alamin.

Ditulis Oleh:

Dedy Bachtiar Rivai
MSc.BA Programme – Finance and Investments
Rotterdam School of Management
Erasmus Universiteit Rotterdam

Iklan

4 comments

  1. Memang benar, dakwah yang paling bagus adalah memberi contoh dengan perilaku kita sehari-hari. Al Qur`an telah memberikan tuntunan untuk hal tersebut disamping contoh keseharian kehidupan Rasulullah saw. apalah artinya kata-kata yang begitu bagus jika tidak disertai perwujudan sikap dan tingkah laku sehari-hari. Jika tiap diri berperilaku sesuai dengan Al Qur`an dan Sunnah2 Rasulullah saw. betapa indahnya kehidupan ini, Dan itulah yang sebenarnya di bawa Islam.

  2. Assalamualaikum,,

    Bung Dedi,,

    Nice post 🙂
    Kita emang harus bisa menjadi muslim yang baik..dalam arti diri sendiri,,terutama akhlak yang baik sebagaimana terdapat dalam hadist

    ”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh”. (HR: Bukhari dalam shahih Bukhari kitab adab, Baihaqi dalam kitab syu’bil Iman dan Hakim).

    Saya juga mw nambahin sesuatu,,selain secara intensifikasi diri..ada juga extensifikasi..

    jadi selain akhlak yang baik..perlu kiranya kita mengetahui secara lebih dalam mengenai Islam,,terutama membahas FAQ dari non-muslim yang ditujukan ke kita..

    misal pasti banyak yang nanya tentang larangan memakan Babi,,nah kita harus bisa menjawabnya dengan sedemikian rupa sehingga memberikan jawaban yang memuaskan bagi si penanya,,atau ada juga yang bertanya,,saya ini ngga beragama..menurut kamu gimana? Nah,,jawaban2 yang kita berikan disini bisa memberi informasi sekaligus membuktikan..kalo kita sebagai muslim yang baik 🙂

    Wassalamualaikum 🙂

    erya.fathurrahman
    Engineer

  3. Yah…. begitulah seharusnya, Bung. Semoga keadaan di Rotterdam selalu kondusif dan bisa mengembangkan dakwah Islam di sana. Sementara di Indonesia keadaan sesama muslim bagaikan dalam suasana perang.

    Semoga tidak lama lagi akan kembali normal seperti sebelumnya. Amin….

  4. Assalamualaikum, dakwah yang baik dakwah dengan perbuatan atau contoh (dakwah bil hal , kalau tdk salah). Kita berbusa-busa berdakwah dengan lisan jika perbuatan kita tdk sesuai ya tdk efektif. Tapi tingkah laku kita yg menunjukkan akhlakul karimah akan membuat orang lain simpati d baik muslim maupun non muslim. Semoga semangat terus berdakwah dan mengaji di Amsterdam. Wassalam, jendelakatatiti.wordpress.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s