Suka Duka Shalat Di Rotterdam

Picture: Cubist houses, Rotterdam by cloudsoup (Flickr.Com)

Menjadi seorang Muslim di negara Belanda merupakan sebuah tantangan, apalagi jika anda berasal dari negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam seperti Indonesia.  Segala rutinitas dan ritual ibadah yang di Indonesia terasa seperti sebuah kebiasaan, harus benar-benar diniatkan dan diusahakan di Belanda.

Shalat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan mulia di dalam Islam, salah satu rukun Islam yang diwajibkan setelah syahadat berdasarkan al Qur’an, as sunnah, dan kesepakatan para ulama. Salah satu keutamaan dari menjaga shalat (mengingat Allah SWT) adalah untuk mencegah manusia dari perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar (Q.S. Al Ankabut 45). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa memelihara dan menjaganya (shalat) maka ia akan menjadi cahaya, keterangan dan keselamatan baginya pada hari kiamat. Dan barangsiapa tidak menjaganya maka dia tidak mempunyai cahaya, keterangan dan keselamatan pada hari kiamat. Pada hari kiamat itu dia akan dikumpulkan bersama Fir’aun, Qarun, Haman dan Ubay bin Khalaf” (HR. Ahmad, shahih).

Di Indonesia, menunaikan ibadah shalat lima waktu dapat dilakukan nyaris di mana saja, karena masyarakat sudah familiar dan terdapat banyak fasilitas seperti musala dan mesjid. Azan terdengar lima kali sehari dari mana saja sebagai penanda waktu shalat sehingga seorang abid’ tidak perlu secara khusus mencari tahu waktu shalat. Jika anda sedang berkendara dan sudah masuk waktu shalat, anda dapat segera meminggirkan kendaraan anda dan mencari musala terdekat. Sungguh nyaman. Sayangnya segala kenyamanan itu harus ditinggalkan ketika seseorang berkunjung di negara-negara yang penduduknya mayoritas bukan muslim, seperti di Belanda misalnya.

Menunaikan ibadah shalat di Belanda, bahkan yang lima waktu saja, bisa jadi bermasalah. Dari wawancara yang kami lakukan dengan beberapa mahasiswa Rotterdam, diketahui bahwa beberapa faktor yang menyebabkan seorang muslim kesulitan menjalankan ibadah shalat, salah satunya adalah karena waktu shalat yang tidak pasti dan ada daylight saving (memajukan dan memundurkan jam untuk menyesuaikan dengan matahari di musim panas dan dingin). Faktor lainnya adalah ketiadaannya fasilitas tempat shalat yang memadai, musala dan masjid tidak sebanyak di Indonesia, dan tidak senyaman di Indonesia. Faktor lainnya adalah skedul yang tidak memungkinkan. Seorang mahasiswa atau pekerja yang datang ke Belanda tidak dapat begitu saja minta izin untuk shalat dan meninggalkan kegiatannya. Untuk shalat dzuhur saja, seorang mahasiswa harus membolos kuliahnya, keluar kampus dan pergi ke masjid terdekat yang ditempuh selama 45 menit dengan tram atau metro. Atau dia mencari semak-semak dan tempat kosong lainnya di sekitar kampus untuk shalat. Terakhir, faktor budaya lingkungan atau kebiasaan setempat. Seseorang yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya akan lebih mudah melalaikan shalat di Belanda daripada di Indonesia karena lingkungan di Belanda tidak se-Islami di Indonesia, tidak ada orang lain yang juga shalat, tidak ada azan, dan tidak ada social pressure. Jadi, melaksanakan shalat di Belanda butuh lebih dari sekedar kesempatan, harus disertai niat yang kuat.

Shalat di Rotterdam

Rotterdam, kota di mana tulisan ini dibuat, dan merupakan kota kelahiran dari PPMR, merupakan salah satu tempat yang paling ramah bagi muslim. Dengan jumlah presentase 40% dari 585,000 penduduk Rotterdam (AP Fox News, 2009), Rotterdam bukan hanya dipimpin oleh Ahmed Aboutaleb, seorang walikota muslim berkebangsaan Dutch-Morrocon, tetapi telah menjadi kota imigran muslim terbesar di Belanda.  Inilah salah satu keuntungan seorang muslim di Rotterdam, di kota ini, terdapat cukup banyak kios daging halal, masjid, dan organisasi keIslaman setempat. Bahkan masjid Essalam of Rotterdam yang terletak di Vredesplein 1, 3074 Rotterdam, akan menjadi masjid terbesar di Western Europe dengan daya tampung 1500 orang dan menara (minaret) setinggi 164 kaki. Beribadah di Rotterdam menjadi cukup kondusif bahkan bagi orang Indonesia yang baru datang, asalkan mengetahui lokasinya.

Berikut adalah daftar masjid resmi yang ada di Rotterdam:

Abobakr Mosque, Rotterdam, 3122
URL:
http://www.oguzhanbaba.punt.nl
Snellemanstraat 7,
Rotterdam, 3122 3035 va
Phone:
31-10-4650079

An nasr mosque, Rotterdam, Netherland
Van Citterstraat 55,
Rotterdam, Netherland 3022 LH
Phone: 010 4781253

Almohsinen Mosque, Rotterdam
Oranjeboomstraat 105 C,
Rotterdam, 3071 SC
Phone: 31-10-4862194

IBN Batutta Scouting Foundation, Rotterdam
West-Kruiskade 76,
Rotterdam, 3014 AW
Phone: 06-55805984

Alwahda Mosque, Rotterdam
Van Everdijckstraat 25,
Rotterdam, 3083 MA

Anaddolu Mosque, Rotterdam
Oranjeboomstraat 297,
Rotterdam, 3071 SP
Phone: 31 10-4843331

INDONESIAN FOUNDATION ROTTERDAM, Rotterdam
SCHIEKADE 10,
Rotterdam
Phone: 031- (0)653295343

Ain Shams Arabic Translations Services, Rotterdam, zuidholland
P.O. Box 22087,
Rotterdam, zuidholland 3003 DB
Phone: +31 (0) 645890237

ISLAMIC FEDERATION, Rotterdam
INSULINDESTRAAT 258/B
Phone: 010-4672467

Mar.-Isl. Ver. Oud-Crooswijk en Kralingen, Masjid Ocman
Boezemdwarsstraat 1, Rotterdam

Masjid Ghausia Rotterdam
Boudewijnstraat 57, Rotterdam – 06 42055111

Moskeeën Ahle Sunnat Anwar-e-Mustafa Masjid
Maastunnelplein 44. Rotterdam

Selain diatas, masjid masjid terdaftar diatas, masih ada belasan musala tak resmi yang tersebar di seluruh lorong-lorong dan lantai apartemen di Rotterdam. Akan tetapi pada tulisan ini, hanya ada beberapa tempat ibadah yang akan dibahas lengkap. Di antaranya adalah fasilitas ibadah yang sering digunakan oleh anggota PPMR.

ISR (Indonesische Stichting Rotterdam)

Terletak di Schiekade 10, adalah salah satu pusat pertemuan masyarakat Indonesia di Rotterdam. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh yayasan ini adalah kegiatan shalat Jumat bersama, hari Sabtu malam diadakan pertemuan masyarakat Indonesia untuk bersilaturahim dan mengaji, dan ibadah shalat sunnah muakad Idul Fitri dan Idul Adha dilakukan di mesjid ini.

Erasmus University Rotterdam, Woudestein campus

Situs resmi EUR ( http://www.eur.nl/english/essc/services/prayer_room/) menyatakan bahwa ada ruang shalat dibawah Aula dan dapat dipakai dengan cara menitipkan kartu mahasiswa di resepsionis gedung C untuk mengambil kuncinya. Tetapi masih ada satu tempat shalat yang populer di kampus Woudestein, yaitu di gedung N.  Pada gambar peta Erasmus kampus Woudestein dibawah, ruang shalatnya adalah yang dilingkar hitam. Begitu anda masuk ke pintu gedung N, ruangan di sebelah kiri dari pintu masuk adalah tempat shalat. Berukuran 3 kali 3 meter masing-masing, jamaah wanita dan pria terpisah dari pintu masuk yang berbeda.  Untuk berwudhu, sebuah fasilitas WC untuk orang cacat dapat digunakan.

Erasmus MC

Berdasarkan situs resmi Erasmus MC (http://www.erasmusmc.nl/patientenzorg_algemeen/patienten/danieldenhoed/voorzieningen_daniel/?lang=en)

Ruang shalat di wilayah Erasmus MC terletak di lantai keempat gedung utama, bertuliskan Stilte Room atau Ruang Tenang, musala untuk umat Islam terletak disamping meditation room untuk agama Kristen/ Katolik, dan Buddha. Ruangan tersebut dilengkapi oleh fasilitas berwudhu, mukenah, sajadah dan Al Quran. Dimaksudkan untuk pengunjung rumah sakit Erasmus MC yang membutuhkan tempat tenang untuk beribadah, mahasiswa Indonesia yang kuliah di sekitar Erasmus MC dapat menunaikan ibadahnya di tempat ini.

Untuk anda yang sedang berkunjung atau kuliah di Rotterdam, informasi tentang musala atau masjid diatas dapat sedikitnya membantu anda dalam beribadah. Setidaknya, jika anda membutuhkan informasi tentang ritual Islam, tempat-tempat ibadah tersebut dapat menyediakan informasi tentang jadwal shalat wajib, bulletin dan jadwal shalat Jumat maupun Idul Fitri dan Idul Adha. Anda pun dapat berkenalan dengan pengurus resmi organisasi dan ikut serta dalam kegiatan keIslaman yang dilakukan oleh komunitas pengajian setempat.

Terakhir, jika waktu shalat sudah hampir berganti dan anda belum menemukan tempat untuk shalat, maka anda dapat bertanya kepada orang dengan bahasa Belanda yang sopan seperti ini, “sorry, hebt jij hier en gebedruimte?” (translasinya: maaf, apakah disini ada ruangan untuk beribadah?)

Jika kebetulan anda tidak dapat menemukan tempat shalat, maka anda dapat menunaikannya di mana saja. Masyarakat Rotterdam umumnya sudah mengetahui bahwa muslim beribadah dengan ritual shalat jika datang waktunya, dimanapun berada. Demikianlah reportase ini, semoga bermanfaat.

One comment

  1. trimakasih informasinya,,
    sangat membantu sekali bagi saya yang ingin melanjutkan pendidikan di Belanda, namun masih ragu/khawatir tentang bagaimana mahasiswa muslim di Belanda mengerjakan sholat saat di kampus..
    ini membantu saya menentukan universitas mana yang akan saya pilih nantinya, universitas yang memiliki fasilitas beribadah bagi mahasiswanya yang muslim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s